Lampung Timur

Baru Saja Selesai, Proyek jalan 12 Miliar, Di Lampung Timur Sudah Mulai Rusak

Avatar photo
94
×

Baru Saja Selesai, Proyek jalan 12 Miliar, Di Lampung Timur Sudah Mulai Rusak

Sebarkan artikel ini

Tintainformasi.com, Lamtim — Proyek pembangunan jalan di Desa Bumi Jaya, Kecamatan Batang Hari Nuban, Kabupaten Lampung Timur, yang menelan anggaran mencapai 12 miliar kini sudah mulai rusak. Selain itu proyek tersebut terkesan proyek siluman.

Diketahui pembangunan jalan tersebut memiliki total panjang 13 Km, dari titik nol Pertigaan Simpang Purbo Linggo ke Desa Toto Harojo Purbo Linggo, yang baru beberapa Minggu selesai dikerjakan kini sudah mulai nampak terlihat rusak.

Kerusakan tersebut dapat terlihat dari banyaknya keretakan dan pecah – pecah, hal ini diduga karena adanya pengurangan aspal dan kurang tebal serta pemadatan awal pekerjaan kurang baik.

“sekarang sudah mulai rusak dan banyak yang pecah-pecah mungkin karena kurangnya aspal atau kurang ketebalan dan pemadatan seharusnya diwaktu pemasangan hotmik sebelumnya di vebro dulu baru digelar hotmik nya sudah itu di vibro lagi ini baru ada kekuwatan,” kata Pak Haji Emron selaku tokoh masarakat Bumi Jaya dan berpropesi sebagai pemborong jalan.

menurutnya, proyek pembangunan jalan itu seharusnya jika sudah selesai dibangun di ukur terlebih dahulu oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten setempat dan didamping konsultan tetapi ini sama sekali tidak ada.

“Yang propesional dan biasanya setiap ada jalan yang baru dibangu itu diukur oleh orang dari dinas PU kabupaten dan didampingi oleh konsultan tapi ini sama sekali tidak keliatan mereka yang ngukur ketebalannya,” ungkapnya.

Masyarakat setempat juga mengungkapkan jika proyek tersebut seperti proyek siluman, Karena tidak ada plang proyeknya.

Mereka (Masyarakat-red) menganggap, jika hal itu sengaja di lakukan untuk menutupi siapa pemilik proyek jalan yang saat ini sudah terjadi kerusakan.

Masyarakat meneruskan, hingga sampai saat ini belom ada tegoran yang dilakukan oleh pemerintah setempat terkait kerusakan yang sudah mulai bermuculan.

Selain pembangunan jalan, masyarakat juga mengeluhkan pembangunan drainase saluran air yang terletak di pinggir jalan tersebut, sebab saat ini juga sudah banyak terjadi keretakan, hal itu disebabkan oleh peluran yang tidak menggunakan semen, dan setelah selesai ditinggalkan begitu saja tanpa ada sama sekali pengontrolan, diketahui jika proyek drainase itu milik Bapak M. Saheh selaku Kepala Desa Setempat.

Lebih jelas tunggu berita selanjutnya (MA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *