Bandar Lampung

Alzier Dianis Tabhrani : Sikap Koyu Sudah Benar Bukan Arogan

Avatar photo
36
×

Alzier Dianis Tabhrani : Sikap Koyu Sudah Benar Bukan Arogan

Sebarkan artikel ini

Tintainformasi.com, Bandar Lampung – Ketua Umum Lembaga Pengawasan Pembangunan Lampung (LPPL) Alzier Dianis Thabrani menilai sikap Koyu sudah benar dan bukan arogan. Hal ini menyangkut polemik Koyu dengan warga Desa Sulusuban, Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah terkait pengerjaan ruas jalan di daerah tersebut.

“Sikap koyu ini benar dan sudah bijaksana menutup jalan separuhnya, tidak kiri kanan. Hal ini untuk menjaga kualitas hasil pekerjaan tersebut, supaya tidak amburadul,” ucap Alzier (22/11).

Pada prinsipnya, ia mendukung sikap Koyu tersebut untuk kualitas jalan yang lebih baik. “Pada prinsipnya, LPPL dukung sikap kontraktor (Koyu) tersebut,” tegasnya.

Sebelumnya diketahui, ad sedikit polemik antara Koyu dengan warga setempat terkait pembangunan ruas jalan. Koyu menuturkan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya hanya salah paham belaka. Dirinya selaku pihak yang turut dalam pengerjaan ruas jalan di daerah tersebut mengatakan bahwa ruas jalan yang dikerjakannya belum sepenuhnya dapat diakses oleh kendaraan bermuatan berat.

”Ya inti kejadian adalah, bahwa proyek tersebut ada limit waktu 31 Desember 2021 harus selesai. Kalau ikut rancang bangun, maka harus ditutup total 2 jalur. Tapi kan kami memprtimbangkan ekonomi dan akses masyarakat, maka kami kerjakan sebelah dulu. Saat sudah siap, maka kami memang sengaja buka akses untuk kendaraan kecil dan motor. Agar dapat dikerjakan dan ditutup sisi sebelahnya,” jelas Koyu.

Peristiwa yang dialami Koyu kemarin itu memantik perhatian warga sekitar dan menjadi tontonan. Koyu disebutkan terlibat cekcok dengan pemilik truk bermuatan singkong yang ia larang melintasi ruas jalan yang belum selesai pengerjaannya.

Pemilik truk meminta agar larangan tersebut diikuti dengan pemasangan portal dan pemberitahuan tentang kendaraan apa saja yang boleh melintas di atas ruas jalan.

”Tapi yang terjadi adalah, ada mobil singkong yang mau lewat. Tentu kami larang dengan aba-aba tangan disilang. Nah Santoso ini tiba-tiba menyerang dengan nada tinggi berkata, kalo nggak boleh lewat ya diportal. Saya tanya, anda siapa? Dia balik tanya saya siapa. Kira-kira begitulah,” tuturnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *