Bandar LampungBerita UtamaPolitik

Kadiskes Reihana Meminta Berita Positif Tentang Covid 19, Alzier : Merasa Aneh

Avatar photo
4
×

Kadiskes Reihana Meminta Berita Positif Tentang Covid 19, Alzier : Merasa Aneh

Sebarkan artikel ini

Tintainformasi.com, Bandarlampung — Pandemi Covid-19 dua pekan ini bertambah 3.340 pasien di Lampung. Di lain pihak, Kadiskes Lampung Reihana meminta media membantu dengan pemberitaan positif agar naik imun masyarakat.

Menanggapi hal tersebut Tokoh Politik Senior Lampung, Alzier Dianis Thabranie (ADT) merasa aneh, ia menjelaskan, media dapat informasi soal Covid-19 dari Dinkes malah diminta membuat berita positif. “Berita positif seperti opo toh? Mak jelas,” ujarnya, Senin (14/2/2022)

Koordinator Lembaga Pengawasan Pembangunan Lampung (LPPL) itu juga mengatakan, Dia meminta media membantu pemerintah dalam penanggulangan Covid-19 dengan membuat berita-berita positif guna menaikkan imun masyarakat.

“Ingat, media itu adalah bagian dari Pentahelix. Tolong masyarakat jangan diberikan berita-berita yang negatif, kalau bisa yang positif agar imunnya meningkat,” ujarnya.

Tanpa menjelaskan apa yang dimaksud berita negatif atau positif soal Covid-19, Reihana malah menjelasam soal tugas standar Dinkes serta sial tempat isolasi terpadu (isoter).

Dinkes terus melakukan perluasan testing, tracing dan treatment dan soal isoter berbagi tugas dengan BPBD, katanya.

Menanggapi hal itu, Kadiskes Reihana mengatakan penambahan kasus tersebut terjadi dikarenakan adanya perluasan tracing (penelusuran). Selain itu, banyak masyarakat yang menggelar resepsi.

Dia mengingatkan masyarakat agar tidak lalai dalam melaksanakan protokol kesehatan. Presiden sudah menekankan dua hal, yaitu kejar vaksinasi dan perketat prokes, katanya.

ADT sudah mengusulkan kepada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi agar mengganti Reihana sejak tahun lalu. Dia menilai kadiskes itu tak memiliki terobosan-terobosan dalam menekan pandemi Covid-19.

Alih-alih fokus melakukan terobosan-terobosan upaya mengatasi Covid-19, media malah diminta membuat pemberitaan-pemberitaan yang positif soal Covid-19. “Media itu memotret apa adanya, bukan tukang tambal ketidaksuksesan pemangku kebijakan,” katanya.

ADT mengatakan masih banyak yang lebih muda, lincah, dan pintar dalam mencari terobosan mengatasi gelombang ketiga pandemi Covid-19.

Sebelumnya, Minggu (13/2/2022), ADT juga mengatakan,”Jika sudah gagal masih dipertahankan, ada apa ya? Betul-betul aneh, luar biasa. Orang sudah buanyak meninggal dunia kok tidak intropeksi diri juga, Haduuueh.”

Tahun lalu (07/10/2021), Alzier sudah menilai Reihana telah gagal total dalam menangani Covid-19. Saat itu, Lampung menduduki peringkat pertama angka kematian tertinggi se-Indonesia, yakni 7,7 persen.

Data terbaru, selama periode 2 Maret 2020–22 Januari 2022, Lampung memiliki tingkat kematian (case fatality rate/CFR) Covid-19 yang masih juga tertinggi di Indonesia.

Lampung memiliki tingkat kematian (case fatality rate/CFR) Covid-19 tertinggi di Indonesia. “Ini capaian terburuk Pempov Lampung, sangat memalukan, prihatin sekali,” ujarnya.

Menurut Alzier, Arinal harus cepat mengambil langkah konkrit, agar angka kematian dapat ditekan sekecil mungkin. “Sudah-sudah lagi, ngurusin yang gak bener,” tandasnya. (*) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *