Lampung SelatanUncategorized

Reses Tahap I RMI Berakhir Di Desa Rejo Mulyo. “Aspirasi Masyarakat Sangat Berbobot”

Avatar photo
9
×

Reses Tahap I RMI Berakhir Di Desa Rejo Mulyo. “Aspirasi Masyarakat Sangat Berbobot”

Sebarkan artikel ini

 Tintainformasi.com, Lamsel – Reses Tahap I yang dilaksanakan Ketua III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung, Ir. Raden Muhammad Ismail (RMI) berakhir di Desa Rejo Mulyo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (27/02/2022). Sebelumnya RMI telah melaksanakan reses tahap I di Desa Marga Kaya dan Kantor Camat Jati Agung. Dalam Reses di Rejo Mulyo RMI sangat mengapresiasi aspirasi – aspirasi yang di sampaikan oleh masyarakat, menurutnya Aspirasi yang disampaikan sangat berbobot, seperti pengadaan mesin Pemanen Padi (Combine), permasalahan Tapal batas Desa Rejomulyo dengan Desa Sukadamai Kecamatan Natar, Serta bantuan perbaikan jalan.

Hadir dalam kegiatan itu Kepala Desa Rejomulyo Tushandoro, Babinsa Serda Suyatno, Bhabinkamtibmas Bripka Yohanes Sijawat, BPD, Jajaran Aparatur Desa Rejomulyo serta didampingi Tenaga Ahli RMI Dr. Ambya, SE., MSI.

Scroll Untuk Melanjutkan
Iklan 300x600
Pasang Iklan Disini Hubungi Kami

Dalam sambutanya RMI mengucapkan terimakasih karna sudah di sambut dengan sangat baik di Desa Rejo Mulyo.

Ia menjelaskan, “Reses merupakan agenda rutin tahunan anggota DPRD provinsi Lampung. Selain dari kegiatan reses ada juga Sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK) dan Sosialisasi Peraturan Daerah (SOSPERDA),” jelasnya.

Selain itu Politisi Lampung ini juga menjelaskan, anggota DPRD Provinsi Lampung juga mempunyai tugas untuk merancang maupun membuat Peraturan daerah serta mengesahkan anggaran yang direncanakan pemerintah daerah.

Dalam sesi tanya jawab Sekretaris Desa Hartono mengharapkan pengadaan mesin Pemanen Padi (Combine), dimana nantinya pengelolaannya akan dilakukan oleh Bumdes.

Menanggapi aspirasi tentang Bumdes yang mengharapkan pengadaan mesin pemanen padi, RMI mengatakan akan dikonsultasikan dan disampaikan dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi serta Kementerian Pertanian.

Sementara kepala Desa Rejomulyo Tushandoro menuturkan adanya mesin pemanen padi (Combine) nantinya bisa menunjang kemajuan desa.

“Nantinya dengan adanya mesin Combine bisa lebih cepat menambah perkembangan Bumdes kita dan dengan adanya perkembangan Bumdes itu banyak menolong masyarakat kita,” tuturnya.

Selain dari usulan Bumdes mengenai pengadaan mesin Pemanen Padi, juga tentang permasalahan Tapal batas Desa Rejomulyo dengan Desa Sukadamai Kecamatan Natar. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *