Bandar Lampung

Dugaan Korupsi Pengadaan Peralatan Laboratorium Uji Kualitas Air DLH Provinsi Lampung 2,5 Miliar Akan Di Laporkan Ke Kejati.

Avatar photo
28
×

Dugaan Korupsi Pengadaan Peralatan Laboratorium Uji Kualitas Air DLH Provinsi Lampung 2,5 Miliar Akan Di Laporkan Ke Kejati.

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung,TintaInformasi.com–Dugaan korupsi pada proyek pengadaan peralatan laboratorium untuk uji kualitas air dan merkuri, tahun anggaran 2021 dengan anggaran kegiatan Rp2,584 miliar dengan nilai kontrak Rp2,541 miliar yang dimenangkan oleh Kahuripan Madani, Jalan Lintas Sumatera, KM 11, Gang Durian, No. 48, Srimulyo I Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, akan dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Lampung.

Koalisi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GERAM meminta Kejati Lampung mengusut kasus tersebut. Sementara laporan sedang disiapkan, dan segera di sampaikan. “Kami dapat informasi dari dalam, bahwa APH sudah melakukan pemanggilan pegawai di DLH. Maka GERAM meminta pihak APH untuk segera melakukan pengusutan terhadap pengadaan alat lab itu yang diduga KKN,” kata Ketua Geram, Andri Arifin, dalam keterangannya, Kamis 3 Maret 2022.”Berita yang di kutip dari Sinar Lampung.

Andri mendukung penuh langkah APH yang telah memeriksa sejumlah saksi dalam pengadaan peralatan laboratorium untuk uji kualitas air dan merkuri tersebut. “Kita apresiasi kinerja APH yang sudah memeriksa sejumlah saksi, dan kami ingin kasus segera diungkap dan dituntaskan,” tegas Andri.

Menurutnya, Saat ini GERAM tidak bisa melakukan aksi, karena terkendala berlakunya masa PPKM dan dalam waktu dekat akan menyerahkan bukti dan berkas laporan ke Kejati.

Sebelumnya, Koalisi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GERAM akan menggelar aksi damai pada Maret 2022 mendatang, di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung. Andri Arifin menyebutkan, pihaknya juga sudah menyampaikan surat permohonan klarifikasi dan izin aksi damai kepada DLH Provinsi Lampung dengan surat nomor 29/Sek/Geram/II/2022.

Menanggapi hal itu, hingga saat ini pihak DLH Provinsi Lampung enggan merespon terkait pengadaan peralatan laboratorium untuk uji kualitas air dan merkuri yang akan dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Lampung.  Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung Murni Rizal, hang dikonfirmasi enggan merespon. Dikonfirmasi voa pesan WhatsApp sudah dibuka tapi tak dibalas. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *