Bandar LampungHukum dan KriminalJakartaLampungMitra KPKNasionalPemerintahanPolitik

Inilah Instansi Paling Korup di RI Sungguh Memalukan !

Avatar photo
24
×

Inilah Instansi Paling Korup di RI Sungguh Memalukan !

Sebarkan artikel ini

Tintainformasi.com, Jakarta–Komisi Pemberantasan Korupsi membongkar instansi paling korup di Indonesia tahun 2021.

Terjadi 71 kasus tindak pidana sepanjang 1 Januari hingga 1 Oktober 2021.

Dari 71 kasus tersebut, mayoritas kasus korupsi dilakukan oleh Instansi Pemerintah Kabupaten atau Kota.

Menurut catatan KPK tercatat sebanyak 46 kasus korupsi sepanjang tahun 2021.

Hal ini membuat Instansi Pemerintah Kabupaten atau Kota menjadi instansi paling korup di Indonesia.

Pada posisi selanjutnya, ada Kementerian atau Lembaga yang melakukan 13 kasus korupsi.

Di lain sisi, BUMN/BUMD dan pemerintah provinsi juga masing-masing tercatat melakukan enam kasus korupsi sepanjang 2021.

Berdasarkan jenis perkara, mayoritas tindak pidana korupsi adalah kasus penyuapan dengan 35 kasus.

Adapun beberapa kasus lainnya seperti pengadaan barang/jasa disebut sebanyak 30 kasus, tindak pidanan pencucian uang (TPPU) sebanyak tiga kasus, perizinan dua kasus, dan merintangi proses KPK satu kasus.

Jika dipisah berdasarkan profesi, mayoritas kasus dilakukan oleh swasta sebanyak 27 kasus dan anggota DPR/DPRD sebanyak 13 kasus.

Selanjutnya, kasus dilakukan oleh Walikota/Bupati dan Wakil 12 kasus, Eselon I/II/III sembilan kasus, dan lainnya enam kasus.

Tak hanya itum KPR juga mencatat gubernur, polisi, pengacara, dan korporasi masing-masing satu kasus.Kasus Korupsi Pemerintahan Kabupaten dan Kota di Tahun 2021. Selama 2021 ada banyak pejabat dan kepala daerah yang terjerat kasus korupsi.

Dikutip dari www.beritanegriku.com Beberapa anggota pemerintahan Kabupaten dan Kota yang terkena kasus korupsi di antaranya adalah:

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah;

bupati Kuantan Singingi, Andi Putra;

bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat;

bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari;

bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono; dan

bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *