Bandar LampungLampungLampung Selatan

Masalah ASDP Mark-up Harga Tiket, Tatang Rohadi Berkilah ‘Itu Masalah Perbedaaan Biaya Administrasi’

Avatar photo
79
×

Masalah ASDP Mark-up Harga Tiket, Tatang Rohadi Berkilah ‘Itu Masalah Perbedaaan Biaya Administrasi’

Sebarkan artikel ini

TintaInformasi.com, Bandar Lampung–Seperti diberitakan sebelumnya, Pengurus Truk (Petruk) Pelabuhan Bakauheni menuding ASDP telah melakukan mark-up harga tiket untuk truk angkutan barang yang menggunakan fasilitas Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Muara Piluk.

Pengalihan angkutan barang selama arus mudik dan arus balik hari raya Idul Fitri 1443 H berdasarkan perintah Menteri Perhubungan, guna mengurangi terjadinya kemacetan transportasi.

Kepala Pelabuhan BBJ Muara Piluk, Tatang Rohadi membenarkan adanya pengalihan transportasi angkutan barang dari Pelabuhan ASDP ke Pelabuhan BBJ yang juga dikelola oleh ASDP.

“BBJ berkomitmen untuk selalu membantu pemerintah, apa pun bentuknya. Seperti arus pulang lebaran kemarin, sudah kewajiban kami membantu ASDP dalam mengurangi kemacetan,” ujar Tatang, Selasa (10/5/2022).

Mengenai dugaan mark-up harga tiket karena ada selisih harga antara kedua pelabuhan. Dikatakan Tatang, kemungkinan hanya masalah perbedaan biaya administrasi dalam sistem penjualan tiket saja.

“Kalau tekhnisnya saya juga kurang paham. Tapi kemungkinan masalahnya ada di administrasi di sistem penjualan tiket. Karena kan ASDP dalam penjualan tiket sudah menggunakan sistem online. Sedangkan kita (BBJ) masih dengan cara manual” tukas Tatang.

Lebih lanjut diungkapkan Tatang, mengapa hingga saat ini pihak BBJ belum melakukan klaim pembayaran ke pihak ASDP, merupakan hanya masalah tekhnis saja. Karena, terus Tatang, sejumlah karyawan bagian administrasi di BBJ masih libur lebaran dan belum masuk kerja.

“Kalau soal klaim pembayaran ke ASDP, secepatnya kita ajukan. Untuk sementara ini belum kita klaim, karena pegawai kita di admin masih libur,” imbuhnya.

Sementara, sejumlah pemudik kendaraan pribadi maupun kendaraan kepada LR dalam komunikasi via sosmed mengaku terpaksa membayar tiket frizy dengan harga lebih mahal dari harga resmi saat menuju pulau Jawa.

“Iya itu kok kmrin sya nyebrang .aslinya hrga tiket buat kendaraan roda empat 419000.pas beli di jalan kok jadi 435000 .itu malah jadi bisnis,” sebut dia.

Sementara sebelumnya, sejumlah pengurus truck (Petruk) jasa penyeberangan Bakauheni-Merak mempertanyakan proses penjualan tiket kendaraan barang menggunakan fasilitas Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) namun penjualan tiket masih oleh pihak ASDP.

“Kan karena antisipasi kemacetan arus pulang lebaran, pak Menteri Perhubungan memerintahkan pengalihan penyeberangan Bakauheni-Merak untuk kendaraan barang ke pelabuhan BBJ. Tapi yang jadi pertanyaan kawan-kawan, mengapa nyeberang pake BBJ, tapi yang jual tiket masih ASDP,” ujar salah satu Petruk di Bakauheni, Senin 9 Mei 2022.

Masalahnya tidak hanya itu saja, menurut warga Kecamatan Penengahan ini, ternyata ada selisih harga tiket untuk setiap golongan kendaraan antara pihak pelabuhan ASDP dan BBJ yang lumayan besar. Kisaran selisih harga tiket tersebut 25-30%.

Alhasil, sejumlah Petruk awalnya sempat dicurigai oleh pihak pengemudi jika telah melakukan mark-up harga ditambah jasa. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *