Bandar LampungLampungPendidikan

Pungli Perbuatan Tercela Tapi Membudaya Dilingkungan UIN Raden Intan Lampung, Petinggi Kampus Enggan Buka Suara

Avatar photo
109
×

Pungli Perbuatan Tercela Tapi Membudaya Dilingkungan UIN Raden Intan Lampung, Petinggi Kampus Enggan Buka Suara

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, BANDAR LAMPUNG — Fakultas Dakwah UIN RIL kembali lakukan pungutan liar diluar surat edaran rektor bagi mahasiswa yang hendak magang karena tak mampu ikuti field trip.

Sangat ironis, Tak ada habisnya kebobrokan yang dilakukan oknum pegawai dan staf kampus islam pimpinan Wan jamaludin ini, setelah sebelumnya diterpa pemberitaan oknum dosen yang menyumpahi mahasiswi bimbingan nya sendiri.

Tak hanya itu, sebelumnya juga sempat ditemukan pungutan liar tersebut juga terjadi di Fakultas dakwah bagi mahasiswa yang mengikuti kompre mandiri harus membayar sejumlah uang, kemudian ditemukan lagi di fakultas Tarbiyah prodi pendidikan fisika, namun tak kunjung ada penyelsaian dari pihak kampus.

Namun pemberitaan tersebut nampaknya hanya dianggap angin lalu oleh pihak Rektorat pasalnya, ‘Hayatul’ selaku humas UIN RIL dalam keterangan terakhir pada pemberitaan lalu hanya memberikan jawaban mengulur waktu “nanti kami kroscek”, namun hinggga hari ini masih saja ditemukan pungutan tersebut.

TR (inisial) salah seorang mahasiswi di fakultas dakwah yang tidak mengikuti field trip karena biayanya yang terbilang cukup mahal terpaksa harus mengikuti magang atau praktik lapangan.

Namun dirinya menyayangkan adanya pungutan magang tersebut karena sudah jelas tercantum dalam surat edaran rektor bahwa pungutan magang itu dilarang, namun masih saja ada saja pungutan. Ujarnya

Tak sedikit nominal yang diminta kepada mahasiswa, yakni Rp 650 ribu.

Sementara dikonfirmasi via WhatsApp Dr. Abdul Syukur M.Ag membenarkan dan mengetahui adanya pungutan tersebut, namun dirinya menyarankan untuk menghubungi dr mubasit S.Ag MM selaku panitia bidang satu. Senin (8/8/22).

Beberapa mahasiswa mendatangi ruangan Mubasit (Wadek 1) untuk memperjelas pungutan itu karena menurut mereka selama ini tidak ada semacam itu namun, para pegawai di gedung Dekan itu justru marah dan memaki para mahasiswa karena takut direkam dan disebarluaskan pembicaraan mengenai biaya magang tersebut. Sangat disayangkan Prof. Wan Jalamulidin membisu dan tak bersuara akan carut marut pungutan di kampus islam tersebut.ujar beberapa mahasiswa yang ada disana, Selasa (9/832)

Nampak jelas pungutan terorganisir itu yang pasti diketahui oleh Rektor bergelar Profesor itu namun sampai hari ini Wan Jamaludin membisu.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *