LampungLampung SelatanPemerintahan

Diduga Tak Sesuai, PT PLN Cabut Meteran Pelanggan Langsung Melakukan Denda

Avatar photo
66
×

Diduga Tak Sesuai, PT PLN Cabut Meteran Pelanggan Langsung Melakukan Denda

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG SELATAN–PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Lampung diwakili UPT PLN Wayhalim dengan alasan memeriksa alat meteran listrik kemudian membawanya untuk di uji laboratorium milik salah satu pelanggan Edwin Febrian di Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan, Selasa (21/9/21).

Edwin yang menjabat sebagai Ketua Ikatan Jurnalistik Provinsi Lampung menuturkan pihak PT PLN mengutus petugas teknis bersama oknum anggota Brimob Polda Lampung.

Kemudian, disampaikannya pihak PLN membawa meteran pelanggan Edwin dengan alasan meteran tersebut berkapasitas rendah dan pelanggan diminta membayar uang denda jika ingin meterannya dipasang kembali.

Satpol PP Provinsi Lampung Gelar Latihan Bersama Penanganan Unjuk Rasa

Menyaksikan petugas PLN dan oknum Brimob memeriksa dan membawa meteran listrik rumahnya mengaku kecewa dan menduga hal tersebut hanya akal-akalan pihak PLN.

Sebab, sejak ia memasang meteran listrik tersebut lebih kurang enam tahun ia merasa tidak pernah ada masalah. Bahkan segel pada meteran pasca bayar miliknya tidak ada kerusakan sama sekali dan yang memasang juga adalah petugas dari PLN.

Saat petugas PLN dan oknum Polisi saat mencabut meteran listrik ( foto ist.)

“Saya sama sekali tidak pernah ada masalah pada meteran listrik itu. Ketika tokennya habis selalu saya isi ulang,” kata Edwin.

KNPI Lampung Cepat Beri Perhatian Bantuan Warga yang Alami Musibah Rumah Roboh

Kalau pun ada masalah pada meteran tersebut, lanjut Edwin kemungkinan hal tersebut adalah ulah petugas PLN yang memasang meteran itu sendiri dan tanpa ada perintah atau arahan dari saya selaku pemilik rumah.

“Saya menduga kejadian yang saya alami ini hanya akal-akalan pihak PLN. Dan kemungkinan kejadian yang saya alami ini juga terjadi pada pelanggan lain. Jika benar ini sangat berbahaya,” lanjut Edwin.

EF berencana akan mengkonfirmasi ke pihak PLN terkait pemeriksaan dan pencabutan meteran listrik miliknya. Dan akan menempuh jalur hukum terkait persoalan tersebut.

35 Kg Sabu dan 5000 Butir Happy Five, Total Senilai 37 Miliar Diamankan Polda Lampung

Sebab pemeriksaan dan pencabutan meteran listrik pascabayar tersebut menurutnya sangat mempermalukan dirinya.

“Tetangga saya melihat rumah saya didatangi petugas PLN dan Polisi, seperti saya melakukan tindakan kejahatan,” keluhnya.

Setelah itu, ketika Edwin menyambangi kantor PT PLN (Persero) UPT Way Halim, EF diminta untuk membayar membayar Rp2.500.000 serta diminta untuk ke laboratorium PLN Tanjungkarang untuk uji KWH.

Sementara, hal yang sama juga dialami oleh Yadi, ID Pelanggan 17.120.1818xxx, warga Jalan Nawawi Gelar Dalom, Rajabasa Jaya, Rajabasa, Bandar Lampung ketika ditemui di PT PLN (Persero) UPT Way Halim Jalaan RA Gunawan No 7A, Bandarlampung.

Ia menjelaskan, pada Selasa (21/9/2022), kediamannya disambangi petugas PLN dan mengatakan jika kondisi piringan meteran listrik di rumahnya tidak normal. Sehingga petugas memutus meteran listrik prabayar di rumahnya. Sementara setelah diuji tera di laboratorium PLN Tanjungkarang kondisi meteran tersebut dalam kondisi normal.

“Maka saya juga bingung, Mas. Katanya putaran piringan metaran saya tidak normal, sementara ketika diuji di laboratorium PLN Tanjung Karang normal tidak ada masalah,” keluh Yadi.

Sementara, ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut Humas PT PLN (Persero) UID Lampung, Darma Saputra mengkau sedang rapat. “Saya sedang rapat,” singkat Darma. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *