DPRDLampungLampung Tengah

Ketua DPRD Lampung Tengah, Ajak Petani Selalu Jaga Kedaulatan Pangan

Avatar photo
30
×

Ketua DPRD Lampung Tengah, Ajak Petani Selalu Jaga Kedaulatan Pangan

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG TENGAH — Miliki bibit vareitas unggul yang mampu menghasilkan 20 ton per hektar, Ketua DPRD Lampung Tengah, Ajak petani selalu menjaga kedaulatan pangan.

Selalu membuktikan dengan aksi nyata, Ketua DPRD Lampung Tengah, Sumarsono, yang biasa di panggil dengan sapaan akrab nya Cak No mengajak seluruh petani Indonesia untuk mengembangkan dunia pertanian melenial ini dengan memberikan edukasi di bidang pertanian.

Bibit lokal MSP 3 ini yang jelas tidak kalah top nya dengan yang beredar di tengah masyarakat atau petani di Indonesia ini sudah teruji dan dapat di buktikan.

“Saya pernah melakukan uji coba di Kebun Edukasi Perjuangan Seputih Jaya, sudah mencapai 700 sampai 800 bulir per Malai, Karena unsur hara tanah nya pun sudah bagus,” Kata Sumarsono.

Jadi, Kata Sumarsono,Hal ini bukan mimpi di siang bolong, dan maka dari itu padi MSP 3 ini akan bisa menghasilkan 20 ton per hektar nya.

“Ini akan bisa mengobati keresahan kita terkait ketersediaan pangan kita dan inplasi kenaikan BBM seperti saat ini”Ujarnya.

Kecintaan Sumarsono terhadap pertanian bukan dilakukan karena sudah menjabat wakil rakyat saja.

“Saya melakukan hal ini jauh sebelum saya menjadi anggota DPRD Lampung Tengah, Alhamdulillah ini buktinya dapat dirasakan masyarakat,” Pungkasnya.

Dari sekian banyak uji coba untuk selalu mengembangkan Padi MSP hasil nya selalu Sumarsono bagikan untuk petani.

“Padi kita pun selalu unggul dan unggul, dan kita bagikan kepada Rakyat, kita Edukasi untuk membuat Benih sendiri, agar bisa mandiri benih, dan akan kita ajarkan untuk mandiri pupuk,” Tegas Cak No.

Kedaulatan Pangan itu adalah salah satu dari Program PDI Perjuangan, “Jika Bangsa ini mengatakan ketahanan pangan tapi Kalau PDI P mengatakan bukan ketahanan tapi adalah Kedaulatan Pangan,”

Jika hanya ketahanan pangan, Bila beras atau Padi di Indonesia pemerintah akan membeli dari luar negeri.

“Berdaulat artinya Kita tidak beli lagi, Dan Hal itu memang sudah menjadi program PDI Perjuangan sejak di Proklamasi kan Tahun 1999 Lalu”tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *