LampungLampung TengahMasyarakat

Mantan Kakam Payung Makmur Diduga Tipu Masyarakat, Gelapkan Dana Jahe Ratusan Juta Rupiah

Avatar photo
30
×

Mantan Kakam Payung Makmur Diduga Tipu Masyarakat, Gelapkan Dana Jahe Ratusan Juta Rupiah

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG TENGAH – Mantan Kepala Kampung (Kakam) Payung Makmur, Kecataman Pubian, Kabupaten Lampungtengah, Zimamul Waffa, Diduga Kuat Gelapkan Dana untuk tanaman Jahe Rp200 Juta yang dianggarkan melalui Dana Desa Tahun 2021 lalu.

Terungkapnya kasus ini berawal dari pengakuan sejumlah masyarakat kampung payung makmur, kecamatan setempat beberapa waktu lalu. Sejumlah masyarakat mengatakan jika pada tahun 2021 lalu pihak desa menganggarkan biaya untuk tanam jahe senilai Rp200 juta. Namun hingga Tahun 2022 ini tanaman tersebut tidak diketahui keberadaannya alias fiktif.

“Baru-baru ini geger karena pihak inspektorat menannyakan anggran tanam jahe senilai Rp200 juta. Namun setelah heboh kasus tersebut menghilang kembali,”ujar salah satu warga yang enggan ditulis namanya, pada (2/10/2022).

Terpisah, sejumlah masyarakat juga mengatakan bukan hannya dana untuk kebun jahe saja yang digelapkan. Hampir semua bantuan yang ada dikampung payung makmur semua digelapkan.

“Dulu Kampung payung makmur sering mendapatkan bantuan dari pemerintah seperti mesin untuk bajak sawah, mesin desel untuk sedot air, bantuan ternak sapi, kambing serta sejumlah alat yang dibeli menggunakan dana desa seperti dua unit mesin molen bata hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya. Padahal itu dibeli pakai uang rakyat,”ungkap salah satu sumber berita yang juga enggan ditulis namanya.

Narasumber juga tidak hannya sampai disini menceritakan kebobrokan pemerintahan dijaman rezim mantan kepala kampung. Dana bantuan untuk Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan) seperti keuntungan penjualan pupuk bersubsidi juga dinikmati sendiri oleh kakak mantan kepala kampung.

“Bahkan bantuan PUAP (Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan) beberapa tahun silam senilai Rp100 juta juga tidak diketahui kejelasanya. Modus yang dilakukan oleh ketua gapoktan inisial (Mb) sangat lihat. Semua setempel ketua kelompok dia yang pegang dengan alasan agar mudah mengurusi bantuan,”ungkapnya.

Narasumber juga menjelaskan, ratusan pupuk bantuan subsidi juga bannyak yang mennyimpang dijual ditempat lain, sementara masyarakat kampung payung makmur masih sangat kekurangan pupuk.

“Kami minta kepada aparat penegak hukum agar bantuan selama 15 tahun dikampung kami diusut. Sebab sejak 15 tahun lebih pak Zimam menjabat, semua pengurus dilibatkan keluarganya semua. Mulai dari sekdes, kaur, kadus, Ketua gapoktan semua keluarganya, jadi wajar jika kampung kami kuat adanya KKN,”pungkasnya.

Kasus ini akan terus diungkap pada edisi mendatang. Sejak berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari pihak-pihak oknum terkait.(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *