LampungLampung UtaraMasyarakatNasional

Puluhan Wartawan Aksi Demo Pertanyakan Anggaran Media Massa Rp 2,1 M, Dikelola DPRD dan Diskominfo Lampura

Avatar photo
33
×

Puluhan Wartawan Aksi Demo Pertanyakan Anggaran Media Massa Rp 2,1 M, Dikelola DPRD dan Diskominfo Lampura

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG UTARA — Tidak kunjung terbayarkan, puluhan wadah organisasi wartawan aksi damai adanya dugaan penyelewengan anggaran media massa sebesar Rp 1,2 Miliar dikelola DPRD dan dinas Komunikasi Informasi (Diskominfo), Kamis (13/10/2022).

Puluhan kuli tinta terpaksa harus turun ke jalan setelah mencuatnya adanya tebang pilih pembayaran anggaran media massa di DPRD dan Diskominfo.

Para pewarta yang tergabung dalam wadah organisasi media massa itu turun kejalan, dalam aksi damai tersebut menyampaikan orasi di empat titik.

Titik yang pertama berorasi di halaman kantor pemda lampung utara , dalam orasi tersebut para aksi meminta agar bupati mencopot Drs. Alamsyah Ahmad, MM (Sekwan) dan mencopot Winda (Kasubag) dan Alifir ( Kabag) .

Aksi damai itu diterima, Kepala Badan kasbangpol lampung utara Fadly Acmad. S, Sos.MM mewakili bupati Budi Utomo, selanjutnya orasi kedua ke di kantor DPRD Lampung Utara.

Dalam orasi puluhan wartawan mempertanyakan angaran media Rp 2,1 M yang sempat ramai di pemberitaan telah habis dan tidak ada sisa lagi,

“Kami mita agar Sekwan bertanggung jawab dan menjelaskan secara transparan dan selesaikan pembayaran awak media yang belum terbayarkan. Anggaran media itu hak kami bukan hak kalian,” ungkap puluhan wartawan.

Namun dalam aksi dikantor DPRD Lampura, tidak ada yang mau menerima dan menanggapi aksi demontersebut, dikarnakan tidak ada pegawai dan wakil rakyat yang berkeja saat jam kerja.

Merasa tidak ada yang menemui, para aksi melanjutkan orasinya ke kantor Kejaksaan Negri Lampura.

Kasipidsus Roy S, Andika Sembiring mewakili kepala kejasaan Negri lampung utara Mukhzan, SH, MM , menyambut dan menerima para aksi di halaman kantor kejaksaan dan mendengar Orasi para aksi damai tersebut.

Selain itu Kejari Lampura juga menerima surat laporan dugaan tindak pidana korupsi.

“Laporan ini sudah diterima dan akan ditindak lanjuti,” katanya.

Aksi damai melanjutkan berorasi ke kantor Polres Lampura. Karena ruangan tidak cukup, di minta perwakilan saja.

Keluhan para wartawan diterima Iptu Suhaili, (Kasad Intelkam) Aipda, Adi Wasito (tipikor) Ipda, Joko (KBO Sat Reskrim) dan Kompol Arjon (Kabag OPS) Mewakili Kapolres lampung utara AKBP, Kurniawan Ismail, berjanji akan mengusut tuntas permasalahan di Sekretariat DPRD Lampura.

Diketahui bahwa saat ini sekretariat DPRD Lampura mendapat surat pangilan dari Polres Lampura pada hari yang bersaman dengan Aksi damai. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *