JakartaNasionalPOLRI

Kapolri Akan Pecat Anggota Polri Yang Terlibat Budaya Setoran Kepada Atasan

Avatar photo
20
×

Kapolri Akan Pecat Anggota Polri Yang Terlibat Budaya Setoran Kepada Atasan

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, JAKARTA — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengancam akan mencopot anggota Polri yang terlibat budaya setoran kepada atasan atau pimpinan. Setoran dimaksud adalah pemberian uang oleh anggota kepada komandan atau atasannya. Kapolri menilai budaya setoran itu menjadi pemicu terjadinya pungutan liar (pungli), dan prilaku itu harus ditiadakan.

“Tentunya kita-kita yang atasan-atasan ini juga harus mengurangi hal-hal atau menghilangkan hal-hal yang membuat anggota kemudian memilih alasan untuk melakukan pungli, karena alasannya untuk setoran ke atasan. Ini tolong ditiadakan,” tegas Kapolri Sigit, saat memberi pengarahan kepada kepala satuan wilayah (kasatwil) di 34 polda dan polres jajarannya. Pengarahan dilakukan lewat video conference, dan diunggah akun instagramnya @listyosigitprabowo, Senin 24 Oktober 2022. (dikutip dari situs Sinarlampung.co)

Kapolri juga menyinggung motivasi bawahan menyetorkan uang ke atasan dengan harapan mendapatkan kesempatan sekolah atau jabatan yang lebih baik. Sigit menegaskan akan menangkap pihak-pihak yang mencatut namanya untuk iming-iming sekolah dan jabatan. “Saya kira Pak As SDM sudah melakukan nggak ada yang namanya mau masuk sekolah bayar, mau dapat jabatan bayar. Dan ini saya cek di Mabes, tidak ada seperti itu. Termasuk juga kalau ada yang bawa-bawa nama saya, tolong tangkap, laporkan,” kata Sigit.

Sigit mengulangi instruksinya untuk meniadakan perilaku ‘setoran’ demi jabatan atau kesempatan sekolah. “Kita sepakat bahwa di Mabes tidak ada yang seperti itu. Tolong di Polres lakukan hal yang sama. Tidak ada untuk menempatkan jabatan, harus bayar. Tidak ada untuk supaya seseorang bisa sekolah, harus bayar,” kata Kapolri.

Penilaian Objektif untuk Sekolah dan Jabat.

Kapolri juga memerintahkan seluruh jajarannya memberikan penilaian yang objektif pada setiap anggota, sesuai dengan prestasi dan kinerjanya. “Berikan penilaian yang objektif terkait dengan prestasinya, usulkan. Dan kita dari Mabes juga akan melihat hal yang sama. Hilangkan hal-hal seperti itu,” kata Sigit.

Dia menegaskan nama-nama polisi yang mendapatkan jabatan atau sekolah dengan cara ‘setoran’ akan dibatalkan promosinya. Hal ini dilakukan, agar Polri menjadi lebih baik. “Jadi kalau saya dengar misalnya, rekan-rekan mungkin karena langsung nggak bisa, terus lewat orang kemudian bayar, saya coret,” katanya.

“Saya batalkan karena ini terkait dengan komitmen kita ke depan untuk bs menjadi lebih baik. Oleh karena itu, saya minta Propam betul-betul awasi kalau ada hal-hal seperti itu. Kalau masih ada, saya turunkan Propam, langsung saya copot. Tolong ini jadi perhatian,” kata Kapolri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *