LampungPringsewu

Diduga Akibat Bobroknya Kinerja Balai Besar Ratusan Hektar Sawah Petani Terendam Banjir Gagal Panen, Mendapat Kritik Pedas Dari Wakil Ketua 1 DPRD Provinsi Lampung

Avatar photo
12
×

Diduga Akibat Bobroknya Kinerja Balai Besar Ratusan Hektar Sawah Petani Terendam Banjir Gagal Panen, Mendapat Kritik Pedas Dari Wakil Ketua 1 DPRD Provinsi Lampung

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, PRINGSEWU — Curah hujan tinggi picu tanggul di Way Napal dan Way Gatel jebol, rendam ratusan hektar lahan pertanian yang berada di Kecamatan Ambarawa, hingga Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, petani terancam gagal panen.

Diketahui, wilayah tersebut merupakan penghasil padi terbesar di Kabupaten Pringsewu.

Wakil I Ketua DPRD Provinsi Lampung, Elly Wahyuni mengaku prihatin, atas kejadian tersebut lantaran ratusan petani dikecamatan Ambarawa terancam gagal panen.

Akibat luapan saluran irigasi petani diwilayah itu tidak mampu menampung debit air yang berlebih saat curah hujan tinggi.

Sehingga, luapan air hujan dari saluran irigasi tumpah hingga merendam ratusan hektar lahan padi milik petani.

“Ya, tentu saya prihatin dengan kejadian ini, ratusan hektar lahan pertanian di Kabupaten Pringsewu gagal panen, akibat direndam air hujan luapan saluran irigasi,” ujarnya, Kamis (27/102022).

Dia menjelaskan, waktu lalu politisi partai besutan Prabowo Subianto ini sempat membawa aspirasi petani di wilayah tersebut prihal saluran irigasi. Dengan cara melakukan koordinasi dengan balai besar yang membidangi hal tersebut.

Hanya saja, bunda Elly sapaan akrab menilai, balai besar kurang merespon terhadap aspirasi petani yang dia bawa.

Sehingga, hal yang dikhawatirkanya terjadi luapan air saluran irigasi meluap hingga mengancam ratusan petani gagal panen.

Seharusnya, balai besar dapat merespon dan bersinergi secara cepat, prihal aspirasi para petani demi mewujudkan semboyan Petani Berjaya Lampung.

Dia meminta, agar balai besar tidak hanya ‘Duduk Manis’ saja, segera melakukan monitoring dan langkah cepat untuk tanggap, atas usulan dan keluhan masyarakat dan petani di wilayah tersebut yang bertahun-tahun tidak ada realisasi.

“Bahkan, kami dari DPRD Provinsi Dapil III pernah melakukan monitoring ke lokasi bersama perwakilan balai besar, tapi sampai saat ini belum ada realisasi yang diharapkan para petani dan masyarakat,” tandasnya.

Kendati begitu dia berharap, agar balai besar yang membidangi hal tersebut dapat merespon aspirasi ratusan petani di Kabupaten Pringsewu, demi mewujudkan Petani Berjaya Lampung.

Dengan cara melakukan, pembangunan saluran irigasi yang dinilai mampu mengundang akitivitas pertanian di Kecamatan Ambawara, khususnya Kabupaten Pringsewu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *