MasyarakatMitra KPKNasional

Kejagung Terima Laporan Masih Banyak Oknum Jaksa Main Proyek

Avatar photo
46
×

Kejagung Terima Laporan Masih Banyak Oknum Jaksa Main Proyek

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, NASIONAL — Kejaksaan Agung masih menerima laporan banyaknya oknum jaksa yang bermain proyek dan perkara serta berpolitik. Karean itu Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) mengingatkan para jaksa tidak lagi melakukan perbuatan tersebut. Jaksa juga diminta menghilangan sikap hedonisme di depan publik dalam kondisi krisis ekonomi global yang berkepanjangan.

Hal itu focus group discussion (FGD) mengenai optimalisasi kinerja Satuan Tugas (Satgas) 53 yang dibentuk melalui Keputusan Jaksa Agung RI Nomor 261 Tahun 2020. “Masih banyak laporan yang masuk ke Kejaksaan didominasi oleh adanya oknum jaksa yang bermain proyek, perkara, dan politik. Saya tidak merinci jumlah laporan yang masuk, tapi saya tegaskan para jaksa tidak lagi melakukan perbuatan tersebut,” kata Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Amir Yanto.

Amir juga mengingatkan bahwa Satgas 53 bertugas dalam menegakkan integritas sehingga seluruh jaksa diharapkan bekerja secara profesional, berintegritas, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat. “Bidang Intelijen, berfungsi melakukan mitigasi, pencegahan dini atau early warning dalam setiap kegiatan strategis kejaksaan. Jangan jadikan kehadiran intelijen justru membuat pekerjaan untuk masyarakat tidak berjalan dengan baik,” kata Amir Rabu, 26 Oktober 2022.

Amir mengakui bahwa tugas-tugas pada Bidang Intelijen sangat banyak. Bahkan, sebagian tugas itu belum terealisasi dengan baik. Oleh karenanya, FGD ini diharapkan bisa membuahkan solusi. “Dalam kesempatan ini, kita mencarikan solusinya dalam rangka optimalisasi kelemahan-kelemahan yang selama ini belum maksimal,” katanya.

Selain itu, Amir juga menekankan sesuai dengan arahan Jaksa Agung agar para jaksa menerapkan hidup secara sederhana dan itu harus menjadi perhatian bersama. “Jangan menampilkan sikap hedonisme di depan publik dalam kondisi krisis ekonomi global yang berkepanjangan. Tunjukkan sikap empati dan prihatin sehingga kita bisa mengambil hati masyarakat,” kata Amir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *