Kota MetroLampung

DP3AP2KB Kota Metro Siap Dampingi Psikologi Mahasiswi Yang Dikabarkan Korban Dugaan Pelecehan Oknum Dosen IAIN Metro

Avatar photo
13
×

DP3AP2KB Kota Metro Siap Dampingi Psikologi Mahasiswi Yang Dikabarkan Korban Dugaan Pelecehan Oknum Dosen IAIN Metro

Sebarkan artikel ini

Metro – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Metro siap melakukan pendampingan psikologis terhadap sejumlah mahasiswi yang dikabarkan menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh oknum dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro.

Hal tersebut disampaikan Kepada DP3AP2KB Kota Metro, Prayitno. Ia mengungkapkan, pendampingan psikologis dilakukan setelah adanya laporan Polisi dari korban kekerasan dan pelecehan seksual di terjadi di Bumi Sai Wawai.

“Terkait perkara dugaan pelecehan seksual itu, pada prinsipnya kami siap melakukan pendampingan psikologis terhadap para korban. Tetapi, pendampingan itu dilakukan setelah adanya laporan Polisi. Jadi itu yang menjadi dasar kami memberikan layanan pendampingan psikologis,” kata Prayitno saat dikonfirmasi di ruang kerja, Jum’at (11/11/2022).

Ia menjelaskan, pendampingan psikologis pada perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual merupakan upaya untuk mengobati trauma pasca peristiwa.

“Itu dilakukan untuk mengobati trauma pasca korban mengalami kekerasan ataupun pelecehan seksual. Kami sifatnya hanya penjangkauan saja terhadap korban. Kalau untuk pelaporan dan pendampingan hukum itu korban langsung kepada kepolisian,” ucapnya.

Pihaknya mencatat, telah terdapat sebanyak 20 kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak di Kota Pendidikan.

“Jadi berdasarkan data kami, di Metro ada 20 Kasus kekerasan ataupun pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak. Ini dari bulan Januari sampai dengan November 2022, dan perkara ini sudah ditangani pihak kepolisian,” jelasnya.

Prayetno merinci, di Metro terdapat sebanyak 17 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak pada bulan Januari hingga Oktober dan 3 kasus baru di bulan November.”Itu meningkat dari total kasus bulan sebelumnya dengan total 17 kasus kekerasan. Kemudian di bulan November ini ada penambahan 3 kasus. 9 kasus dialami pada perempuan dan 11 kasus pada anak,” terangnya.

Dirinya mengimbau, agar masyarakat khususnya para orang tua dapat meningkatkan pengawasan terhadap buah hatinya khususnya yang sedang menempuh pendidikan di sekolah maupun perguruan tinggi.

“Kami menghimbau masyarakat khususnya di Kota Metro untuk dapat meningkatkan kembali pengawasannya terhadap anak. Jadi untuk orang tua jangan lalai, terus perhatikan anaknya dan juga tetap berikan pengetahuan agama dan pengetahuan lainnya untuk membekali sang anak,” tandasnya. (Dd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *