MasyarakatNasional

Oknum Kades Dilaporkan ke Polisi Hamili Wanita Hingga Melahirkan Tak Bertanggung Jawab

Avatar photo
22
×

Oknum Kades Dilaporkan ke Polisi Hamili Wanita Hingga Melahirkan Tak Bertanggung Jawab

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, KUPANG — Oknum Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Amfoang Timur Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur dipolisikan karena menghamili seorang wanita berinisial MT (25).

Laporan polisi yang dilayangkan kepada oknum Kades Netemnanu Utara, Apriyanto Kletus Obe atas perbuatan tak terpuji itu hingga korban MT hamil dan melahirkan seorang anak perempuan yang kini berusia 5 bulan.

Modus Kades Netemnanu tersebut dengan menjanjikan korban MT bahkan telah bertemu dengan kedua orang tuanya untuk menikahi korban namun karena tidak bertanggungjawab menikahi korban sesuai surat pernyataan yang sebelumnya dibuat maka korban bersama keluarganya melaporkan Sang Kades ke Polres Kupang, Jumat 18 November 2022. (Dikutip dari situs www.batastimor.com)

Kapolres Kupang, AKBP FX Irwa Arianto menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklajuti laporan tersebut.

“Tinggal saya panggil Kanit Reskrim. Kasus itu dibuka lagi tapi kalau sudah terima laporan ini ya biar kita satukan saja,” ungkapnya.

Sementara cerita yang disampaikan oleh korban MT bahwa awalnya ia hendak kembali bekerja di Malaysia namun harus dibatalkan niatnya karena Kades Apriyanto Kletus Obe atau Rinto Obe menemui kedua orang tuanya.

Dihadapan kedua orang tuanya itu, Kades Rinto berjanji untuk menikah dengan MT agar tidak kembali lagi bekerja di Malaysia.

Atas godaan manis dari sang Kades itu akhirnya hubungan keduanya pun berlanjut ke jenjang yang lebih serius lagi.

“Saat itu, saya tidak mau karena harus kembali bekerja di Malaysia. Tapi dia paksa-paksa,” ungkapnya.

Dirinya melanjutkan bahwa dengan berjalannya waktu dirinya dinyatakan hamil tepat pada bulan Oktober 2021.

Kondisi kehamilan itu juga disampaikan ke Kades dengan tujuan meminta pertanggungjawaban.

Namun harapan itu tak terpenuhi karena Sang Kades justru menghilang dan tak pernah bertemu dengan MT dan keluarganya.

“Karena tidak datang bertemu saya dan keluarga, maka kami laporkan ke Desa Netemnanu Selatan (tempat tinggal MT) untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Namun Rinto tidak mengakui perbuatannya kalau dia yang kasih hamil saya,” ungkapnya sambil mengusap air mata.

MT pun mengungkapkan jika pihaknya sempat memutuskan untuk melakukan denda adat namun Sang Kades mengaku tidak mampu membayar.

Bahwa berbagai upaya pendekatan telah dilakukan namun Sang Kades terus mengelak.

Tak puas dengan tindakannya itu, dirinya mengakui jika telah mengadu juga ke Polsek Amfoang Timur pada Kamis 17 Februari 2022. Dan tindaklanjut dari laporan itu adalah melakukan mediasi terhadap kedua belah pihak.

“Tidak ada laporan polisi. Saya baru ceritakan kronologi, polisi langsung bilang masalahnya kami sudah tahu,” ceritanya.

Hasil dari laporan itu akhirnya pihak Kepolisian melakukan mediasi dan Sang Kades tersebut juga telah membuat surat pernyataan untuk siap bertanggungjawab dan lanjut ke acara adat hingga pernikahan.

“Surat pernyataan itu ditandatangani oleh saya, Rinto dan sejumlah saksi di atas materai. Kenyataannya sehabis membuat surat pernyataan dia tidak ada itikad baik sebagaimana yang terlampir dalam surat pernyataan,” jelas MT sambil menunjukan bukti surat pernyataan. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *