Nasional

Oknum DPRD di Laporkan ke Polisi, Pegang Dada Wanita Umur 18 Tahun Yang Bukan Istrinya

Avatar photo
75
×

Oknum DPRD di Laporkan ke Polisi, Pegang Dada Wanita Umur 18 Tahun Yang Bukan Istrinya

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, PANDEGLANG – Entah apa yang merasuki fikiran oknum anggota DPRD, sehingga nekat memegang daerah terlarang milik seorang gadis sebut saja namanya Bunga (bukan nama sebenarnya).

Akibat perbuatan tak senonoh itu, gadis berusia 18 tahun berparas cantik tersebut merasa sedih dan kecewa karena telah dicabuli di rumah seorang anggota DPRD berinisial Y saat istrinya sedang tidak berada di rumah.

Atas perbuatan cabulnya, oknum Anggota DPRD Pandeglang berinisial Y tersebut dilaporkan ke polisi atas dugaan melakukan pencabulan terhadap seorang gadis.

Wakapolres Pandeglang, Kompol Andi mengatakan, kasus dugaan pencabulan terhadap gadis 18 tahun itu telah dilaporkan.

“Kasus pelecehan telah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pandeglang. Namun, laporan tersebut sempat dicabut pada Sabtu, 28 Mei 2022 oleh pihak korban,” ucap Andi, Rabu (23/11/2022).

Kompol Andi menjelaskan, kasus sempat dicabut oleh korban yang didampingi Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Pandeglang, padahal perkaranya sedang dalam proses penyidikan.

“Betul yang dilaporkan itu Y, oknum anggota dewan. Perkara sempat dicabut padahal sedang dalam proses pemeriksaan saksi. Sekarang tiba-tiba minta dilanjutkan kembali laporannya oleh penyidik. Dari hasil visum korban ada tanda-tanda pencabulan sehingga sudah memenuhi unsur pelanggaran, sehingga Y dapat ditetapkan sebagai tersangka,” terangnya.

Menurut Kompol Andi, kasus dugaan pencabulan terjadi pada, Kamis (21/4/2022) lalu sekitar pukul 15.30 Wib. Ketika itu korban mengantarkan kue ke rumah pelaku menyuruh korban masuk ke dalam rumah untuk menemui istrinya.

Ternyata lanjutnya, istri pelaku sedang tidak ada di rumah. Kemudian pelaku menanyakan berapa harga kue yang dipesan oleh istrinya kepada korban. Dan diberitahu oleh korban bahwa bahwa harga kue tersebut Rp75 ribu, sementara pelaku membayar dengan harga Rp100 ribu.

Sambil memberikan uang, pelaku mengusap dada korban. Spontan korban kaget dan berteriak sembari lari keluar rumah. Mendengar ada teriakan keras, warga kaget dan berkerumun. Sempat terjadi perang mulut antara pelaku dan korban disaksikan beberapa warga.

Warga sempat marah kepada pelaku karena diduga melakukan pelecehan dengan cara mengelus-elus dada korban saat sang istri tidak di rumah.

(Dilansir dari radarindo.co.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *