Mesuji

Aroma Berbau Busuk Dugaan Penyimpangan Dana Desa Merebak di Desa Adi Karya Mulya.

Avatar photo
31
×

Aroma Berbau Busuk Dugaan Penyimpangan Dana Desa Merebak di Desa Adi Karya Mulya.

Sebarkan artikel ini

TintaInformasi.com,Mesuji.– Penyakit niat korupsi bisa mengajarkan seseorang oknum pejabat yang mengelola anggaran dari pemerintah untuk berupaya mengambil langkah kebijakan yang menurutnya bisa melancarkan/mempermudah semua aksinya.

Sungguh menyedihkan anggaran Dana Desa (DD) di desa Adi Karya Mulya kecamatan Panca Jaya Kabupaten Mesuji, Lampung. yang diduga banyak penyimpangan yang berindikasi adanya korupsi berjamaah.

Ini terlihat di pekerjaan Rabat beton di desa Adi Karya Mulya yang memakai anggaran dana desa tahun 2022 yang disinyalir sudah pada retak, hal ini di keluhkan oleh beberapa warga yang kebetulan sering melewati jalan tersebut.

” Iya bang, saya heran juga rabat beton baru di bangun tahun ini, kok sudah pada retak-retak, apa pekerjaannya jangan- jangan ada yang kurang beres kali ya.” Kata warga yang tidak mau namanya di cantumkan

Hal ini di jelaskan oleh Wawan selaku Carek/Sekdes Desa Adi Karya Mulya, ” Ya benar, Tahun ini kami ada menganggarkan pembangunan Rabat beton di RT/Rw 003/01 dengan panjang 412 meter dan Lebar 4 meter dan menghabiskan anggaran
Rp 173.705.300. (Seratus tujuh puluh tiga juta tujuh ratus lima ribu tiga ratus).

“Dan gorong-gorong plat beton di Rt/Rw. 006/003 dengan panjang 6 meter dan lebar 1,3 meter ada dua titik kami anggarkan Rp 28.236.00.
Rabu ( 30/11/2022).

Ketika di pertanyakan keluhan warga terkait rabat beton yang sudah retak-retak tersebut, Wawan selaku Carek/ sekdes hanya diam aja.

Hal lain yang disinyalir sangat janggal adalah 8 % (delapan persen) penanganan Covid-19 yang di ambil dari anggaran dana desa tahun 2022 yang hanya di belikan masker dan sanitizer sebagian kecil, sisanya sebagian besar di belikan alat test kolesterol buat warga Adi Karya Mulya.

Banyaknya kejanggalan yang patut di duga keras adanya penyimpangan di dalam pengelolaan anggaran dana desa secara masif dan sistematis selama oknum Kades “Pur” kepala desa Adi Karya Mulya menjabat kades.

Mengundang para penggiat Anti Korupsi dan Lembaga/ organisasi sosial kontrol untuk mulai mencari tau dan mengumpulkan data di desa Adi Karya Mulya.

Hal ini di cetuskan oleh Hj.Metty Herawati, S.H Aktivis dan penggiat Anti Korupsi di Bandar Lampung melalui via telpon WhatsApp mengatakan:
” Sudah tidak ada rasa takut lagi para oknum kades untuk melakukan tindakan pidana korupsi, pada hal sudah banyak kades yang di jebloskan ke jeruji besi. Penyakit melakukan korupsi untuk memperkaya diri sendiri sudah menjadikan oknum-oknum tersebut membabi buta dan menghalalkan segala cara agar bisa tercapai keinginannya tersebut.”
Kamis (01/12/2022).

Lebih lanjut Hj.Metty Herawati, S.H menambahkan :
” saya akan kawal terus dimana setiap ada oknum kades yang diduga sudah melakukan tindakan korupsi, dan saya siap turun membawa team auditor yang independen untuk membantu para penggiat Anti Korupsi yang lainnya sewaktu di lokasi.” ujar nya lagi.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *