Bandar LampungLampung

Nerozelli Koenang : Layanan Eksekutif Non BPJS RSUDAM Dinilai Berpotensi Menimbulkan Diskriminatif dan Ketimpangan

Avatar photo
15
×

Nerozelli Koenang : Layanan Eksekutif Non BPJS RSUDAM Dinilai Berpotensi Menimbulkan Diskriminatif dan Ketimpangan

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, BANDAR LAMPUNG — Panglima Laskar Lampung Ir. Nerozelli Koenang menilai layanan eksekutif Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) non BPJS adalah wujud pelayanan kesehatan yang berpotensi menimbulkan diskriminatif dan ketimpangan.

Layanan Eksekutif yang baru diresmikan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Jumat (25/11) lalu itu memiliki layanan rawat inap yang terdiri dari tiga kamar president suite dan lima kamar VVIP yang dilengkapi dengan ruang tindakan, kamar operasi mini, ruang hemodialisa serta High Care Unit (HCU) dan layanan lainnya.

Menurut Sunan Nero panggilan akrab Ir Nerozelli Koenang, seharusnya sistem pelayanan kesehatan oleh RS pemerintah memberikan akses yang sama bagi masyarakat untuk memperoleh kualitas kesehatan, termasuk di dalamnya pengguna BPJS.

“Layanan eksekutif RSUDAM adalah bentuk komersialisasi atau orientasinya lebih untuk mencari keuntungan sehingga hanya pasien yang mampu dan berduit yang bisa memperoleh layanan tersebut,” ujar Sunan Nero, Rabu (30/11/2022).

Panglima Laskar Lampung dan salah satu pengurus DPD Partai Demokrat Lampung itu melanjutkan, hampir dapat dipastikan akan ada ketimpangan pelayanan. Di mana, pengguna BPJS akan diberikan layanan yang standar tidak ada keistimewaan pelayanan.

Menurutnya, layanan kesehatan ekskutif, sebaiknya tidak diberlakukan di RS Pemerintah, tetapi bisa diterapkan di RS Swasta. Pelayanan kesehatan di RS Pemerintah sebaiknya diberlakukan dengan standar kualitas layanan kesehatan, tetapi berlaku untuk pasien non BPJS dan juga pasien BPJS.

“Jadi, esensi layanannya adalah untuk memuaskan pasien dengan standar kewajaran dan tidak dibisniskan, karena RSUDAM adalah RS Pemerintah dimana Pemerintah tidak boleh berbisnis dengan rakyatnya,” ujarnya.

Masih menurut Sunan Nero, layanan tersebut dianggap diskriminatif karena tidak dapat diakses masyarakat miskin. Padahal, penyakit tidak mengenal kelas sosial.

“Negara harus memberi jaminan masyarakat kecil bisa mengakses layanan kesehatan yang baik, kalau orang mampu sudah pasti akan mencari fasilitas maksimal,” imbuhnya.

Sunan Nero juga mengatakan, jangan sampai pelayanan yang diberikan oleh RSUDAM bertolak belakang dengan pernyataan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat meresmikan Gedung Fasilitas Eksekutif tersebut.

“Bukankah Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan saat peresmian beberapa hari yang lalu,”Perhatian dan konsentrasi saya kepada RSUDAM ini belum selesai, kita akan jadikan Rumah Sakit yang benar-benar menjadi harapan masyarakat, ujar Arinal Djunaidi,” tambah Nero.

Bahkan saat itu Arinal Djunaidi juga mengatakan bahwa, “RSUDAM harus tulus dan ikhlas memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien apapun latar belakangnya.” Pungkas Nero.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *