Lampung Selatan

Dodi Suami Oknum Bidan Desa Bandan Urip Palas Mengancam dan Aniaya Wartawan.

Avatar photo
21
×

Dodi Suami Oknum Bidan Desa Bandan Urip Palas Mengancam dan Aniaya Wartawan.

Sebarkan artikel ini

TintaInformasi.com,Lampung Selatan—Kasus kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi di Lampung Selatan dan kali ini Kordinator wilayah Lampung (korwil) dari Media Mitra Nasional menjadi korban penganiayaan dan perlakuan tidak menyenangkan serta pengancaman, oleh Dodi suami dari Bidan Desa Bandan Urip Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan.

“Disaat ingin minta pertolongan kepada Bidan Desa dikarenakan istri saya sudah melahirkan di rumah dan butuh pertolongan seorang bidan, dan menurut istri dan bibik saya pada saat mau melahirkan sudah menyuruh tetangga pergi ke bidan Duwi di Desa Setempat pada saat itu Bidan tidak ada di rumah kata tetangga kami, lalu dikarenakan saat itu istri saya sudah tidak bisa menahan ingin melahirkan pada saat itu juga dibantu oleh bibik istri saya melahirkan di rumah dan tidak ada  persiapan apapun untuk persalinan tersebut sehingga diwaktu panik saya langsung ke rumah bidan Desa guna ingin meminta pertolongan kepada Bidan Desa yaitu ibu Duwi.

Namun bukan mendapatkan pertolongan malah mendapat kan perlakuan tidak menyenangkan,caci maki, hinaan dan ancaman serta penganiyaan terhadap saya,” ungkap Atang. Jumat 02/12/22.

Diketahui, Atang mendapat perlakuan tidak wajar, kasar, hinaan, penganiyaan,  bak seperti preman. Oleh Dodi suami dari bidan desa Bandan Urip kecamatan Palas Lampung selatan.

Dari Berdasarkan keterangan Atang, saat itu dia menemui bidan desa bersama RT setempat ingin meminta pertolongan di kediaman bidan tersebut saat mengetuk pintu keluar lah Dodi suami dari bidan desa tersebut dan langsung meminta pertolongan kepada dodi namun tiba-tiba menjawab istri saya gak bisa kesana dikarenakan sakit dan langsung marah marah kalau istri saya ada apa apa kamu mau tanggung jawab jadi saya tidak ijin kan keluar untuk menolong anda kata Dodi.

Pada saat itu saya langsung menunjukan KTA saya guna untuk meminta tolong namun Dodi semakin emosi bahkan mengatakan saya tidak akan ijin kan istri saya keluar,  kamu mau apa.

Saya Dodi tidak takut sama siapapun jangan kan Pers camat bupati, Badai Sunami pun saya tidak takut dan langsung mendorong saya mengusir saya bahkan memegang leher dan sambil menarik baju saya dan menyeret saya keluar rumah hingga saya kebanting dan jatuh ke aspal sampai celana saya robek robek dan lutut saya luka luka memar akibat jatuh dan di seret seret oleh Dodi dan mengajak berantem, pada saat itu saya langsung pergi untuk pulang namun Dodi masih terus mengejar dan mengancam sambil berteriak kamu saya tujah jangan lari hadapin saya,” Ungkap  Atang.(Tim)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *