DPRD LampungLampungMasyarakatNasional

Raden Muhammad Ismail Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung Jadi Saksi Dalam Pernikahan Arman dan Yosi di Bekasi

Avatar photo
61
×

Raden Muhammad Ismail Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung Jadi Saksi Dalam Pernikahan Arman dan Yosi di Bekasi

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, BEKASI — Acara pernikahan antara Letda Laut (KH) Arman Sobary Darmawijaya, S.Hum, M.Si Bin Drs. H. Mustafa Karim, M.Si dengan DR. Yosi Ajeng Sabila, S.Ked Binti Edward Amri berlangsung di Harris Hotel and Conventions Hall Summarecon Jalan Boulevard Ahmad Yani Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (18/12/2022).

Bertindak selaku Wali Nikah adalah Edward Amri (orangtua kandung mempelai wanita), sementara Saksi Nikah dari pihak mempelai wanita adalah Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung Ir. Raden Muhammad Ismail dan dari pihak mempelai pria adalah H. Wikanda Darmaeijaya (Bupati Bekasi 1998 – 2003).

Dalam perjalanan prosesi acara pernikahan tersebut berlangsung dengan cukup khidmat, yang dihadiri oleh ratusan tamu undangan, diantaranya adalah para Perwira TNI Angkatan Laut yang merupakan Korp dari mempelai pria Letda Laut (KH) Arman Sobary Darmawijaya, S.Hum, M.Si.

Raden Muhammad Ismail juga dalam kesempatan tersebut memuji kerukunan dan kekompakan yang ditunjukkan oleh masyarakat Lampung Pubian yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya, seperti halnya terlihat pada perhelatan pernikanan antara Armand an Yosi ini.

Kepada kedua mempelai, Raden Muhammad Ismail turut memanjatkan do’a semoga kedua mempelai bisa mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah dan semoga pula nanti akan dikarunia dengan keturunan yang sholeh dan sholeha.

“Saya merasa sangat senang sekali melihat kerukunan dan keakraban dari saudara-saudaraku Marga Pubian ini, semoga kerukunan semacam ini akan tetap lestari dan diharapkan pula jalinan silaturahmi jangan sampai terputus,” harap Raden Muhammad Ismail yang biasa disapa RMI.

Setelah dilaksanakannya prosesi pernikahan dilanjutkan dengan tradisi pedang pora. Tradisi ini hanya diselenggarakan saat acara pernikahan prajurit militer saja. Prajurit militer yang menikah akan beriringan dengan hunusan pedang yang membentuk sebuah gapura dari hunusan pedang rekan-rekan atau adik angkatan. Pada saat itulah dengan dilaksanakannya prosesi pedang pora maka sang istri sudah menjadi keluarga besar TNI AL JALASENASTRI. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *