Lampung Selatan

Kasus Cabul Ustad Pimpinan Pondok Pesantren Desa Rulung Raya Dusun Purwodadi Jadi Tahanan Polres Lampung Selatan.

Avatar photo
119
×

Kasus Cabul Ustad Pimpinan Pondok Pesantren Desa Rulung Raya Dusun Purwodadi Jadi Tahanan Polres Lampung Selatan.

Sebarkan artikel ini

TintaInformasi.com,Lampung Selatan—Unit PPA Satreskrim Polres Lampung Selatan akhirnya menangkap Pimpinan Pondok Pesantren Huffadh El Karimi Syah, Munirul Ikhwan (42) alias Munir, warga Dusun Purwodadi, Desa Rulung Raya, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Adik pengurus NU Lampung Selatan itu, ditangkap berdasarkan polisi nomor: LP/B-1323/XII/2022/SPKT/RES LAMSEL/POLDA LAMPUNG tanggal 20 Desember 2022.

Dia disangka melakukan pencabulan terhadap tiga satri, satu diantaranya dibawah umur, di Pondoknya, medio 16 Desember 2022 pukul 15.00 WIB. Tersangka kini menjadi tahanan Polres Lampung Selatan, dan dititipkan di Lapas Kalianda, Jum’at 30 Desember 2022.”Berita yang di kutip dari SinarLampung.com”.

Tim Kuasa hukum korban, dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) DPC Peradi Bandar Lampung, Rustam Aji mengatakan kasus dugaan kejahatan perbuatan cabul terhadap santriwati dibawah umur, yang melibatkan pimpinan Ponpes Huffadh El-Karimi Syah di Natar itu memasuki babak baru.

Dimana penyidik Polres Lampung Selatan telah mengirimkan SP2HP. “Bahwa hasilnya adalah telah muncul SPDP, dan pelaku sudah diamankan polisi,” kata Rustam Aji kepada sinarlampung.co, Jum’at 30 Desember 2022 malam.

Menurut Rustam Aji, peristiwa dugaan pencabulan yang dilakukan Munirul Ikhwan, seorang pengurus salah satu pondok pesantren di Desa Rulung Raya kecamatan Natar dengan korban santriwati terjawab sudah. Bahwa sebelumnya laporan  polisi nomor: LP/B-1323/XII/2022/SPKT/RES LAMSEL/POLDA LAMPUNG tanggal 20 Desember 2022 dengan korban yang masih berusia 17 tahun yang bernama UR terjadi pada tgl 16 Desember 2022 pukul 15.00 WIB di ponpes milik Terlapor.

“Kami mengapresiasi kerja penyidik unit PPA Polres Lampung Selatan yang telah menetapkan pelaku menjadi tersangka Sebagaimana dalam surat nomor: SPDP /86/XII/2022/RESKRIM perihal Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan yang ditujukan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Selatan tanggal 29 Desember 2022,” kata Rustamaji.

Rustam Aji berharap penyidik dapat mengembangkan kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya tersangka lain yang terlibat. Karena ada pembiaran dalam kasus tersebut, sehingga pelaku leluasa berbuat terhadap para korban. “Kami berharap Penyidik dapat mengembangkan perkara ini apakah ada tersangka lain dalam pembiaran sehingga tersangka dapat leluasa melakukan kejahatan perbuatan cabul,” kata Aji, usai mengambil SPDP di Mapolres Lampung Selatan.

Diketahui Munirul Ikhwan (42) alias Munir, adalah bagian dari tiga bersaudara yang kesemuanya mengelola Pondok Pesantren. Salah satu kerabatnya, adalah juga pengurus NU Lampung Selatan, dan salah satu Dosen perguruan tinggi di Lampung Selatan. Dia sempat beberapa kali mencoba melakukan mediasi dengan pihak-pihak korban namun batal. Dan kasus tetap berlanjut. Sinarlampung.co, masih mencoba mengonfirmasi kedua kerabat pelaku.

Warga Desa Rulung Raya Buat Pernyataan

Sebelumnya masyarakat Desa Relung Raya yang didampingi ketua BPD Desa Relung Raya, Anton membuat pernyataan yang dikirim kepada Kapolres Lampung Selatan. Yang isinya pernyataan sikap atas kasus pencabulan satri tersebut, pada tanggal 27 Desember 2022.

Isinya, masyarakat mendukung Polres Lampung Selatan untuk mengusut kaus tersebut, dan mengajak semua pihak dapat membantu para korban. “Kita mendukung penegakan hukum oleh Kapolres Lampung Selatan. Dan meminta kepada pihak yang berwenang untuk membentuk Tim Pencari Fakta  kejahatan perbuatan Cabul di bawah umur ini. Ini masuk dalam kejahatan luar biasa  (extradianory Crime)  yang terjadi di Desa Rulung Raya,” kata Anton didampingi Ketua Karang Taruna, dan Kepala Desa.

Menurut Anton, atas nama warga masyarakat Dusun Srimulyo dan Dusun Sukototo Desa Rulung Raya, Kecamatan Natar, prihatin dan membuat pernyataan sikap atas kasus dugaan tindak pidana pelecehan sexual yang dilakukan oleh oknum pengasuh dan pimpinan Pondok Pesantren El Karimisyah Munir terhadap santriwati di Pondok Pesantren, di Dusun Purwodadi, Desa Rulung Raya, Kecamatan Natar.

Pernyataan sikap itu :

Pertama, masyarakat Desa Rulung Raya mendukung Bapak Kapolres Lampung Selatan untuk mengungkap kasus pelecahan sexual yang dilakukan oleh Ustadz Munir terhadap santriwatinya, sesuai dengan hukum dan undang-undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia

Kedua memberikan pendampingan dan perlindungan hukum kepada korban dan keluarga korban

Ketiga memberikan pembinaan dan terapi (konseling) untuk mengobati trauma psikologi terhadap korban dan keluarga korban

Empat meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan untuk membentuk Tim Pencari Fakta terkait dengan tindakan kejahatan pelecehan sexsual terhadap santriwati di Pondok Pesantren El Karimisyah Dusun Purwodadi, Desa Rulung Raya, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.

Kelima meminta kepada semua pihak untuk melaporkan apabila mengetahui dugaan tindak kejahatan sexual yang dilakukan oleh Ustadz Munir, kepada kepala desa atau aparatur desa. Termasuk apabila mengetahui dan menjadi korban tindakan kejahatan sexual yang dilakukan oleh Ustadz Munir. 

Demikian permohonan masyarakat Dusun Srimulyo dan Dusun Sukototo Desa Rulung Raya Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan ini kami buat dengan sebenar-benarnya untuk menyelesaikan masalah yang ada di Desa Rulung Raya.(Tim) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *