Bandar LampungLampungLampung Selatan

Mantan Pengurus Koperasi Ungkap tak Ada Perumahan TKBM di Desa Serdang 

Avatar photo
100
×

Mantan Pengurus Koperasi Ungkap tak Ada Perumahan TKBM di Desa Serdang 

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, BANDAR LAMPUNG — Menanggapi persoalan keberadaan Perum Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Desa Serdang, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan. Salah satu mantan pengurus Koperasi TKBM tahun 2008, Hi. Umar menegaskan, Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang tidak memiliki perumahan TKBM di Desa Serdang.

Menurutnya, di tahun 2008, Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang versi H. Umar, memang pernah kerjasama dengan seseorang bernama Rudi Satria untuk pengadaan Perumahan TKBM. Namun kerja sama tersebut gagal dikarenakan tahun 2008 itu juga Pengurus Koperasi TKBM versi H. Umar kembali ke kepengurusan Koperasi TKBM, H. Sainin (alm).

“Di tahun 2008 memang kita pernah kerjasama terkait pengadaan perumahan Buruh TKBM. Lokasi perumahannya di Desa Serdang, Kecamatan Tanjung Bintang. Tapi itu gagal tidak dilanjutkan,” jelasnya belum lama ini.

Tidak dilanjutkannya kerjasama pengadaan perumahan TKBM dengan Rudi Satria, menurut H. Umar karena pada tahun 2008 terjadi pemilihan Ketua Koperasi TKBM yang di menangkan oleh H. Sainin (alm).

“Ya secara demokrasi kepengurusan koperasi kita kembali bersatu dengan koperasi yang diketuai oleh H. Sainin (alm). Sehingga kerja sama perumahan TKBM dengan Rudi Satria itu batal tidak dilanjutkan,” bebernya.

“Padahal, saat itu Koperasi TKBM versi kita sudah menyetorkan uang kepada Rudi Satria sekitar Rp150 juta. Karena kerjasama batal, uang pun dikembalikan oleh Rudi ke koperasi secara mencicil,” ungkapnya.

Menurut H. Umar, kerjasama Koperasi TKBM versi Hi. Umar dan Rudi Satria terkait perumahan TKBM di tahun 2008 itu sempat diresmikan dengan peletakan batu pertama yang dihadiri oleh Pejabat Pelindo, ADPEL (saat ini menjadi KSOP Pelabuhan Panjang).

“Pada saat peresmian peletakan batu pertama. Itu lokasi perumahan di Desa Serdang masih berupa tanah kosong, belum ada 1 unit pun perumahan,” Ujar Hi. Umar.

Ditegaskan, pada saat kerjasama dengan Rudi Satria itu, pihak Rudi sebagai pengembang mengatasnamakan PT. Beri Prima. Bahkan pada saat itu belum ada data nama buruh/karyawan TKBM yang diserahkan ke Rudi Satria sebagai pengembang.

“Ini yang membuat saya sendiri bingung, kalau saat ini ada perumahan bernama Tenaga Kerja Bongkar Muat di Desa Serdang Kecamatan Tanjung Bintang. Dikarenakan, pada saat itu, tidak ada satu lembar pun berkas data – data nama buruh/karyawan TKBM Pelabuhan Panjang yang diserahkan ke Rudi sebagai pengembang,” tandasnya.

Selain itu, lanjut H. Umar, setahu dirinya sejak pengurus koperasi kembali ke H. Sainin (alm) di tahun 2008. Hingga sekitar tahun 2014 baru ada perumahan buruh TKBM yang terletak di Dusun Talang Ulu, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Merbau Mataram.

“Setelah gagal kerjasama dengan Rudi Satria di tahun 2008. Koperasi TKBM di tahun 2014 baru bekerja sama dengan PT. Duta Hidup Lestari terkait perumahan di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Merbau Mataram,” katanya.

“Yang jelas, setahun saya sejak tahun 2008 tidak ada perumahan TKBM milik koperasi TKBM di Desa Serdang. Yang ada sejak tahun 2014 perumahan TKBM di Dusun Talang Ulu, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Merbau Mataram,” tutupnya.

Sementara, salah satu warga penghuni Perum TKBM (Griya Industri) Desa Serdang Kecamatan Tanjung Bintang menjelaskan, dirinya sejak tahun 2011 menempati Perum Griya Industri. Awalnya di tahun 2010 dirinya melakukan akad kredit dengan BTN melalui developer PT. Graha Sentra Mulya (GSM) dan pada saat itu sudah bernama Perum Griya Industri.

“Saya waktu itu konsumen gelombang ke 2. Saat saya mendaftar di tahun 2010 itu sudah bernama Perum Griya Industri bahkan wawancara juga sudah di Kantor Developer PT. GSM. Hanya penagihan dari BTN masih tercantum nama Perum TKBM,” jelasnya sambil minta namanya dirahasiakan.

Menurutnya, Perum TKBM di Tanjung Bintang dibangun sekitar tahun 2008. Dan sekitar tahun 2009 di takeover ke developer PT. Graha Sentra Mulya (GSM) lalu berubah nama menjadi Perumahan Griya Industri.

“Sejak berdirinya Perum TKBM Tanjung Bintang 2008 hingga saat ini setahu saya tidak pernah ada karyawan /buruh TKBM Pelabuhan Panjang yang menempati di perumahan ini,” ungkapnya.

“Ya, mungkin karena jarak dari Perumahan Griya Industri sangat jauh dengan Pelabuhan Panjang. Bahkan penghuni disini tidak ada yang namanya Harzan di Blok E 2 No: 07, begitu juga dengan nama Ismail Marzuki, Aiyati Aditia,” imbuhnya. (Red/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *