Bandar LampungLampungLampung Selatan

Dugaan Nasabah KPR Fiktif PT BTN Cabang Bandar Lampung Makin Terkuak

Avatar photo
89
×

Dugaan Nasabah KPR Fiktif PT BTN Cabang Bandar Lampung Makin Terkuak

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG — Dugaan nasabah KPR fiktif pada PT. Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Bandar Lampung, hingga milyaran rupiah semakin menguat.

Terkuaknya dugaan nasabah KPR fiktif di BTN Cabang Bandar Lampung berawal ketika bulan Januari 2022 BTN Cabang Bandar Lampung melalui Kantor Pos mengirim 157 lembar Surat Peringatan (SP) 1 ke Perum Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) tertulis dengan alamat Talang Ulu, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Merbau Mataram.

Saat itu, Branch Collection Unit (BCU) Head PT. BTN Cabang Bandar Lampung, Aulia Nugroho berdalih bahwa sebanyak 157 lembar SP 1 tersebut adalah salah alamat. Dimana seharusnya SP 1 itu ditujukan ke Perum TKBM Desa Serdang Kecamatan Tanjung Bintang, bukan untuk Perum TKBM di Talang Ulu Desa Tanjung Baru Kecamatan Merbau Mataram.

Padahal, setelah ditelusuri nama – nama yang ada dalam SP 1 yang menurut BCU PT. BTN Cabang Bandar Lampung salah alamat, ternyata tidak ada di Perum TKBM (Perum Griya Industri) di Desa Serdang, Kecamatan Tanjung Bintang.

Bahkan, warga yang berdomisili di Perum Griya Industri Desa Serdang Kecamatan Tanjung Bintang mengatakan, saat dirinya wawancara akad kredit pada tahun 2010, perumahan tersebut sudah bernama Perum Griya Industri dengan Developer PT. Graha Sentra Mulya (GSM).

Menurutnya, pada tahun 2008 Perum Griya Industri bernama Perum TKBM, namun sekitar tahun 2009 di take over ke Developer PT. Graha Sentra Mulya dan berubah nama menjadi Perum Griya Industri.

“Sejak berdirinya Perum TKBM di tahun 2008 hingga saat ini, setahu saya tidak ada Buruh TKBM Pelabuhan Panjang yang menempati perumahan ini. Bahkan penghuni disini tidak ada yang bernama Harzan di Blok E 2 No.07. Begitu juga dengan nama nama seperti Ismail Marzuki dan Aiyati Aditia,” bebernya beberapa waktu lalu.

Sementara, mantan pengurus Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang tahun 2008, H. Umar mengatakan, di tahun 2008 Koperasi TKBM pernah kerjasama terkait perumahan Buruh TKBM dengan seorang bernama Rudi Satria. Namun, di tahun 2008 itu juga kerjasama itu batal tidak dilanjutkan.

“Ini yang membuat saya sendiri bingung kalau saat ini ada perumahan bernama TKBM di Desa Serdang yang bekerjasama dengan BTN. Dikarenakan, pada saat itu, tidak ada satu lembar pun berkas data – data nama buruh/karyawan TKBM Pelabuhan Panjang yang diserahkan ke Rudi selaku pengembang,” tandasnya.

“Yang jelas, setahu saya sejak tahun 2008 tidak ada perumahan TKBM milik Koperasi TKBM di Desa Serdang. Yang ada sejak tahun 2014 perumahan TKBM ada di Dusun Talang Ulu, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Merbau Mataram,” tutupnya.

Selain itu, menanggapi dalih BCU PT. BTN Cabang Bandar Lampung terkait SP 1 salah alamat. Salah satu warga Perum TKBM Talang Ulu Desa Tanjung baru menjelaskan nama dalam SP 1 tersebut ada di Perum TKBM Talang Ulu Desa Tanjung Baru.

“Ini nama – nama seperti, Ismail Marzuki, Aditia, Dede Ardiansyah itu ada di Perum TKBM Talang Ulu, ” tegasnya sambil minta namanya dirahasiakan. (Tim/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *