LampungNasional

Diduga Korban Trafiking, TKI Asal Kalianda Terlantar di Suriah Minta di Pulangkan

Avatar photo
7
×

Diduga Korban Trafiking, TKI Asal Kalianda Terlantar di Suriah Minta di Pulangkan

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, BANDAR LAMPUNG — Tenaga kerja indonesia (TKI) asal Kalianda, Lampung Selatan, Tarmiah (48), warga Beringin Jaya, Bumi Agung, Kalianda, Lampung Selatan, diduga terlantas di Suriah. Selain dalam kondisi sakit Tarmiah diduga menjadi korban kerja migram ilegal atau non prosedural dan juga korban trafiking.

Tarmiah sudah mengadu kepada para agen hingga PT dan penyalur, namun tidak mendapat perhatian. Kondisi Tarmiah sakit dan masih tetap dipaksa bekerja. Anaknya mengadukan hal itu kepada asosiasi pekerja masyarakat indonesia (APMI) yang diteruskan kepada Direktorat Perlindungan WNI Pusat sejak Desember 2022.

Scroll Untuk Melanjutkan
Iklan 300x600
Pasang Iklan Disini Hubungi Kami

Informasi diterima awak media menyebutkan anak korban Muhammad Reduan (27), juga telah meminta perlindungan dengan APMI yang diteruskan kepada Direktorat Perlindungan WNI Pusat agar ibunya bisa di pulangkan. “Ibu saya saat ini dalam kondisi sakit, dan kondisinya memprihatinkan,” kata M Reduan, Jum’at 24 Maret 2023.

Dari data yang diterima awak media, Tarmiah menjadi tenaga kerja Migran, melalui iparnya Darmini (48), warga Babakan, Cirebon, Jawa Barat, dengan target kerja di Abudabi. Tarmiah kemudian dikenalkan kepada Nunung yang disebut Darmini sebagai sponsor penyalur Calon Pekerja Migran (CPM) alias TKI yang terkenal di daerahnya.

Oleh Nunung, Tarmiah kemudian diminta ke Cirebon, dengan melengkapi berkas berkas mulai dari KTP, KK, KTP, Foto, surat Izin suami, dan berkas berkas lainnya. Dengan membawa Tarmiah, Darmini mendapatkan fee Rp1 juta dari Nunung.

Setelah satu bulan, Tarmiah dibawa ke penampungan di Jakarta, diserahkan kepada orang PT bernama Soleh. Dan diberangkatkan pada tanggal 8 Februari 2022.

Saat tiba di Cirebon, Tarmiah sempat dibawa ke klinik di Cirebon, untuk dilakukan cek kesehatan. Dua hari tinggal di rumah Darmini, hasil cek kesehatan keluar dengan hasil fit.

Empat hari kemudian Tarmiah dijemput dua orang suami istri tidak diketahui namanya untuk di bawa ke Wonosobo, Jawa Timur, untuk pengurusan pasport.

Tarmiah menunggu di kantin samping kantor imigrasi Kota Wonosobo. Oleh oknum biro jasa Pasport, jika Tarmiah ditanya petugas Imigrasi diminta menjawab tujuan Singapura untuk jalan jalan. Setelah pasport selesai Tarmiah kembali ke Lampung.

Setelah dua pekan kemudian, Tarmiah dihubungi Nunung kebali datang ke Cirebon. Tarmiah datang kembali kerumah Darmini, yang esoknya di jemput Nunung, dan diaerahkan kepada Soleh.

Oleh Soleh, Tarmiah diajak ke Bandara Soekarno Hatta. Sebelum masuk Bandara Tarmiah dibawa ke parkiran mobil lantai 4. Disana Tarmiati di foto, dan menandatangani banyak berkas berkas. Kemudian diterbangkan ke Dubai.

Tiba di Dubai, tarmiah dijemput Yusuf, dan ditampung selama dua hari. Baru kamudian kerumah majikan selama dua hari tanpa diberi makan. Dan Tarmiah kemudian dikembalikan ke penampungan.

Dari majikan pertama Tarmiah dijual 15 ribu Dirham atau Rp62 juta. Lalu dibawa ke Majikan kedua sempat kerja 10 hari kemudian kembali di pulangkan ke penampungan dengan alasan majikan tidak suka Tarmiah sudah tua.

Kemudian Tarmiah kembali dikirim ke majikan ke 3, tapi kembali dipulangkan ke penampungan setelah dua hari kerja Tarmiah terjatuh dan kaki terkilir.

Tarmiah kemudian di kirim ke majikan ke 4 dengan pekerjaan dua rumah sekaligus, dengan juga memberimakan ternak peliharaan. Tarmiah juga menyapu jalanan sambil mengumpulkan daun daun untuk pakan ternak.

Lima hari dimajikan ke 4 Tarmiah kembali dipulangkan ke penampungan Sopiah. Kemudian oleh Sopiah Tarmiah bersama lima rekannya dibawa ke Kota Ajman. Tiga temannya di jual ke agency Sri Langka. Sementara Tarmiah dan dua temannya di jual ke agency Suriah. Tarmiah dan temannya sempat di sekap selama 1 bulan, baru kemudian di terbangkan ke Suriah.

Dan selama di Suriah, Tarmiah mengalami sakit kepala, dan sering sesak napas. Tarmiah kemudian menghubungi Sopiah agency Dubai, Muhammad Agency Suriah, Soleh, dan Nunung, untuk minta pulang.

Tarmiah mengaku sudah tidak sanggup bekerja dua rumah nonstop, cuma diizinkan mandi 1 kali seminggu. “Ibu saya sakit, mengadu ke agency tidak ditanggapi, dan tetap disuruh kerja. Sudah minta kedokter dengan majikan, tapi tidak di bawa ke dokter, dan tetap dipekerjakan oleh majikan,” katanya.

Beberapa nomor kontak pihak Agency Dubai, Suriah, hingga pihak PT di Jakarta, dan penyalur yang ada di Cirebon, belum merespon Konfirmasi sinarlampung.co, yang akan meneruskan konfirmasi ke Disnaker dan Polda Lampung. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *