Polda LampungPolres Lampung SelatanPOLRI

Gerak Cepat Polsek Jati Agung Polres Lampung Selatan, Amankan 5 Anak-anak Yang Diduga Akan Lakukan Ini

Avatar photo
94
×

Gerak Cepat Polsek Jati Agung Polres Lampung Selatan, Amankan 5 Anak-anak Yang Diduga Akan Lakukan Ini

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG SELATAN – Kepolisian Sektor Jati Agung Polres Lampung Selatan mengamankan 5 orang remaja yang diduga akan melakukan aksi perang sarung dan tawuran di seputaran Jalan RA. Basyid, Desa Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (25/03/2023) sekitar pukul 22.30 WIB.

Kelimanya yaitu ME (14) warga kelurahan Labuhan Dalam, AS (15) warga Labuhan Dalam, AG(18) warga Labuhan Dalam, AR (15) warga Desa jati mulyo, RS (17) warga Desa jati mulyo, kecamatan jati agung kabupaten Lampung Selatan.

Kapolsek Jati Agung Iptu Mustholih S.H., mewakili Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin menjelaskan bahwa kelimanya diamankan saat Tim patroli Polsek Jati Agung tengah melakukan kegiatan patroli malam.

“Sekitar pukul 22.30 WIB, tim Patroli mendapatkan laporan dari warga Desa Fajar Baru bahwa ada sekelompok pemuda mengendarai sepeda motor yang diduga akan melakukan perang sarung atau tawuran,” ujar Mustholih, Minggu (26/3/2023).

Lebih lanjut, Kapolsek Jati Agung Iptu Mustholih menambahkan bahwa berdasarkan laporan warga tersebut personil patroli langsung menuju lokasi.

“Saat Anggota patroli tiba dilokasi, sudah berhasil diamankan oleh warga lima anak laki-laki yang diduga akan melakukan tawuran atau perang sarung di Desa Fajar Baru dan sekitarnya,” terang Mustholih.

Selain kelima orang anak-anak, 3 unit sepeda motor juga turut diamankan dan dibawa ke mapolsek Jati Agung.

“Kita bawa kelima anak tersebut berikut tiga unit motor ke mapolsek Jati Agung untuk didata dan di interogasi serta mengecek barang milik kelima anak itu, berupa handphone,” imbuhnya.

Lebih lanjut Kapolsek mengatakan bahwa setelah dilakukan pendataan dan pembinaan, lalu kelima anak tersebut diserahkan kepada orang tuanya masing-masing.

“Setelah kelima anak-anak tersebut dilakukan pembinaan, lalu dihubungi semua orang tua dan keluarganya untuk diserahkan atau dikembalikan kepada orang tua atau keluarganya masing-masing.” Pungkas Mustholih.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *