Lampung Tengah

Pakai Baju Kaos, Anggota Pansus LKPJ Semprot ASN Saat RDP

Avatar photo
15
×

Pakai Baju Kaos, Anggota Pansus LKPJ Semprot ASN Saat RDP

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG TENGAH — Pakai baju kaos saat RDP, Anggota Pansus LKPJ DPRD Lampung Tengah, Semprot staf Dinas Bina Marga yang hadir yang terkesan main-main.

Hal tersebut di lontarkan Muhammad Haki salah satu anggota Pansus LKPJ dalam rapat dengar pendapat melihat oknum pegawai negeri sipil Dinas Bina Marga memakai baju kaos warna merah.

Scroll Untuk Melanjutkan
Iklan 300x600
Pasang Iklan Disini Hubungi Kami

“Maaf mas yang pakai baju kaos warna merah, kenapa kok pakai baju kaos, liat dong yang disini pakai baju kemeja semua. Kita ini pejabat harus memberi contoh yang baik dong,” kata Haki.

Teguran oleh Muhammad Haki politisi PDIP ini sontak membuat mata seluruh yang hadir di ruang rapat DPRD Lampung Tengah, mengarah ke salah satu staf Dinas Bina Marga yang mendampingi Irham sekretaris dinas tersebut.

“Liat tuh wartawan aja pakai baju kemeja yang rapih, kenapa gak pakai celana pendek sekalian. Tolong ya pak sekretaris ke depan kita saling menghargai,”pungkasnya.

Dikesempatan itu juga, Muhammad Haki mempertanyakan pembangunan infrastruktur di Kecamatan Selagai Lingga yang selama ini terkesan tertinggal dari kecamatan lainnya.

“Kemana anggaran ratusan milyar tahun 2020 lalu. Hanya sekelumit yang dibangun di Selagai Lingga. Masih kah Selagai Lingga masuk Lampung Tengah atau sudah di coret,”tegasnya.

Menurut Haki, tahun 2022 hanya pembangunan jalan hotmik di Kampung Lingga Pura itu pun tidak sampai 1 Kilometer.

“Setau saya cuma di Kampung Lingga Pura tahun lalu yang mendapatkan bangunan jalan, itu pun sudah mulai rusak, kami ini di pilih masyarakat malu rasanya tiap tahun mengajukan tapi tidak ada sambutan dari Pemkab,”tandasnya.

Jika, Kata Haki, Ada temuan ke depan jangan hanya teguran saja. Lebih baik di laporankan saja ke Aparat Penegak Hukum.

“Saya minta kepada ketua Pansus, bila ada temuan lagi kita laporkan saja ke Kejari Lampung. Jangan ada lagi di beri teguran, mau jadi apa Lampung Tengah, kalau kita diam saja,”tutup Haki. (Iswan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *