Lampung Tengah

Upaya Pengendalian dan Penghentian Penyebaran Virus LSD, Disbunak Gencar Lakukan Vaksinasi Hewan Ternak

Avatar photo
21
×

Upaya Pengendalian dan Penghentian Penyebaran Virus LSD, Disbunak Gencar Lakukan Vaksinasi Hewan Ternak

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG TENGAH — Jelang Hari Raya ldul Adha, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Lampung Tengah, gencar melakukan vaksinasi Lumpy Skin Disease (LSD) kepada hewan ternak milik para peternak dan Kelompok Peternak di wilayah setempat.

Dari keterangan Kepala Disbunak Lamteng, Khresna Rajasa menjelaskan bahwa pemberian vaksin LSD itu merupakan salah satu upaya proaktif dari Pemkab Lamteng, untuk mengendalikan dan menghentikan penyebaran virus LSD di wilayah tersebut.

Di mana virus bermateri genetik DNA dari genus Capripoxvirus dan family Poxviridae, dimana virus ini umumnya menyerang hewan sapi dan kerbau.

“Kita berharap dengan pemberian vaksin LSD ini benar-benar dapat menghentikan penyebaran virus LSD pada ternak khususnya di wilayah Lamteng,” kata Khresna, seperti dilansir RMOLLampung, Jumat (19/5).

Menurutnya, pemberian vaksinasi terhadap hewan baik yang terjangkit virus LSD, maupun sebagai antisipasi sudah mulai dilakukan pelaksanaannya sepekan yang lalu, tepatnya sejak dosis vaksin LSD itu telah didistribusikan ke Lamteng, pada Jum’at 12 Mei 2023 lalu.

“Sebanyak 3500 dosis vaksin telah kita terima dari pihak Dinas Provinsi Lampung, dan langsung kita distribusikan ke para peternak, dan kelompok peternak yang ada di wilayah Lamteng,” ungkapnya.

Tapi memang lanjut Khresna bahwa, yang menjadi prioriras pihaknya, sesuai arahan, dan lntruksi dari Kementrian, bahwa yang kita utamakan adalah untuk lalu lintas ternak.

Artinya yang diutamakan terlebih dahulu untuk ternak yang akan dikeluarkan dari Lamteng ke wilayah atau provinsi lain, karena syaratnya ternak yang kita keluarkan keluar wilayah sudah di vaksin LSD, termasuk juga pada wilayah diLamteng, yang berpotensi ternak yang terindikasi virus LSD.

“Untuk syarat lalu lintas keluarnya ternak ke luar wilayah tentunya ternak tersebut harus sudah di vaksin LSD. Sementara kita ketahui bahwa Populasi ternak di Lamteng cukup besar,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *