Lampung Selatan

Limbah Pabrik Pakan Ternak IEA Cemari Sungai Way Curup, Warga Pemanfaat Aliran Sungai Mulai Terserang Berbagai Penyakit

Avatar photo
52
×

Limbah Pabrik Pakan Ternak IEA Cemari Sungai Way Curup, Warga Pemanfaat Aliran Sungai Mulai Terserang Berbagai Penyakit

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG SELATAN — Diduga aliran limbah PT. Indonesia Evergreen Agriculture (IEA) cemari sungai way Curup di Desa Bandar Dalam Kecamatan Sidomulyo Lampung Selatan.

Semenjak berdiri nya perusahaan banyak dampak aliran sungai beraomakan Bau. sejumlah masyrakat mengeluhkan kondisi sungai, sehingga warga enggan menggunakan air yang telah berubah akibat limbah perusahaan PT.INDONESIA EVERGREEN AGRICULTURE (IEA) yang keluar ke aliran sungai di Way Curup.

Nampak terlihat limbah perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan pakan itu mengalir dari hulu ke hilir sungai sampai ke Way Curup RT 02 Dusun Bandar Dalam. Sebelumnya air sungai dapat dikonsumsi untuk kebutuhan masyarakat sekitar lingkungan way curup.

Menurut salah seroang warga sekitar, Yanto mengungkapkan sejak berdirinya perusahaan, kondisi sungai Way Curup ber aroma bau busuk yang diduga tercemar limbah PT.Indonesia Evergreen.

“Kondisi sungai tercemar sudah hampir 3 tahun, bila dipakai mandi badan gatal-gatal. Inikan sungai sumber kehidupan masyarakat masih konsumsi (Diminum) digunakan untuk mandi, mencuci sebagai kebutuhan sehari-hari.dan sekarang tercemar,” ujar Yanto salah seorang warga setempat, (17/05/2023).

Dia mengatakan, sejak berdirinya perusahaan pihaknya tidak pernah mengetahui tetkait ijin lingkungan, sebab dirinya tidak pernah menandatangani jika ada ijin lingkungan warga sekitar.

“Warga dusun RT 04 tidak pernah bertanda tangan, jangankan mau ngasih konfensasi, perusahaan kenal juga tidak dengan masyarakat, enggak tau kalau lurah Suyadi ada didalamnya apa enggak.

Enggak tau saya, kurang paham yang jelas warga tidak pernah dilibatkan soal ijin lingkungan,” jelasnya.

Kemudian kata dia, pada waktu itu pernah ada yang mendatangi warga, tapi pihaknya tidak mengetahui dari mana, apakah dari pihak perusahaan atau dari pihak dinas.

“Saya tidak bertemu, namun katanya oang tersebut sampai ngambil simple air sungai kemudian katanya mau mau memfasilitasi dan berjanji mau memberi bantuan sumur bor tapi bohong,”ucapnya.

Lanjut dia, dirinya bersama warganya tidak takut apabila nanti sampai dipanggil perusahaan. siap mau sampai kemana, jangankan dipanggil perusahaan, dipanggil kedinas mana pun siap.

“Percemaran sungai ini kan sudah lama, sampai anak cucunya di bawa berobat kerumah sakit, terkena gatel gatel sampai kulitnya saja melentung,”imbuhnya.

Yanto sebagai RT sekaligus mewakili warganya meminta perusahaan bertanggung jawab dan bisa menyediakan air bersih. “Permintaan warga tidak banyak, meminta konfensasi dan sumur bor,” ujarnya meneruskan permintaan warganya.
Hal yang senada dikatakanya warga lainnyan. Menurut Armah, pencemaran lingkungan aliran sungai sudah lama.

“Kalau lagi kumat airnya bau busuk dan limbahnya itu putih gitu, airnya bila digunakan gatel-gatel,” kata dia.

Untuk dieketahui, sebelumnya air Sungai Way Curup, selain masih dikonsumsi (diminum) masih digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan sungai way Curup pula dipergunakan warga untuk mengairi persawahan.

“Warga lainnya mengeluhkan, Air dari hulu kehilir digunakan warga untuk mengairi sungai, terkadang air berubah warna putih kebiruan dan airnya gatel-gatel.

“Benar dulu ada orang dateng, berkali kali dateng dan menemui warga, katanya mau ngasih bantuan sumur bor tapi enggak ada sampai saat ini bantuan itu mas,”ucapnya kecewa.

Semuanya benar apa yang di sampaikan oleh pak RT tadi mas, jadi warga terkadang untuk mandi harus menampung air hujan,” terangnya.
“Hal ini diamini Bunda Geno salah seorang petani, membenarkan sungai way curup sudah tercemar limbah perusahaan.

Menurtnya, untuk mandi susah, kondisi sungai sudah tercemar apalagi kalau musim hujan air sungai tidak bisa diminum butek ditambah tercemar limbah. Kalau hari biasa,mandi disungai, tapi airnya haduuh gatel dibadan,dulu enggak begini.

“Sejauh ini masyarakat masih mengkonsumsi air sungai, masih digunakan untuk mandi dan mencuci,” pungkasnya.
“Kades Bandardalam”Suyadi S.Pd saat di konfirmasi lewat Via telfon sambung WhatsApp nya dia mengatakan, nanti sore saya akan turun untuk cek kebawah bang, karna sekarang saya masih di kalianda dan kalau itu benar ada nya, saya akan panggil pihak perusahaan PT.Indonesia Evergreen serta akan saya ambil tindakan tegas perusahaan tersebut, mau nya sperti apa, demi untuk masyarakat saya,” ujar kades Suyadi.

Sampai berita ini di terbitkan pihak perusahaan, Hadi sebagai HRD tidak ada tanggapan saati di konfirmasi lewat Via WhatsApp nya, dan Security tidak berikan ijin saat media hendak konfirmasi di Perusahaan.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *