Lampung

Masyarakat Keluhkan Proyek Pembangunan Jembatan yang Menelan Anggaran 3 Miliar Tapi Hasilnya Amburadul ?

18
×

Masyarakat Keluhkan Proyek Pembangunan Jembatan yang Menelan Anggaran 3 Miliar Tapi Hasilnya Amburadul ?

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG – Jembatan Konvensional di Kecamatan Metro Kibang, Kabupaten Lampung Timur terlihat memprihatinkan. Proyek yang belum genap satu tahun itu, diprotes warga dan pengguna jalan.

Padahal proyek yang dibebankan dari APBD tahun 2022 Provinsi Lampung itu menelan anggaran cukup besar, senilai kurang lebih Rp3 miliar. Oleh sebab itu, baik warga sekitar maupun pengguna jalan meragukan kualitas pengerjaan proyek jembatan tersebut.

Salah satu warga sekitar yang meminta namanya dirahasiakan kepada tim media ini menyebutkan, proyek jembatan berlokasi tidak jauh dari rumahnya itu, sudah selesai dikerjakan setahun lalu.

Diapun mengapresiasi pembangunan proyek tersebut, agar mempermudah arus lalu lintas di jalan setempat, mengingat selama ini hanya ada satu jembatan yang terkadang sulit dilalui jika terjadi penumpukan kendaraan, terutama kendaraan roda empat.

Namun dia pun menyayangkan, proyek yang belum genap satu tahun usai pembangunan sudah rusak dan terlihat tak terawat. Bahkan, meski jembatan telah bangun, masih banyak kendaraan yang enggan melintas dan tetap menggunakan jembatan lama yang ada di sebelahnya.

Jembatan dikerjakan dan diselesaikan tahun kemarin, terlihat dari kasat mata saja sudah banyak yg rusak dan bahkan mobil mobil tidak mau melintasi jembatan itu karena depan jembatan aja sudah rusak jalan nya dan bapak liat saja itu jalan depan jembatan sudah kaya kubangan” jelas warga yang tak ingin disebutkan namanya kepada media ini, Minggu 28 Mei 2023.

Di sambung warga lain, Johan, juga mengeluhkan pembangunan jembatan yang harusnya mempermudah malah mempersulit pengguna jalan. Mengingat di ujung jembatan terdapat lubang cukup dalam. Ketika hujan, lubang tersebut terisi air dan pengendara dari arah Kota Metro – Kecamatan Metro Kibang sulit melaluinya.

“Seharusnya jembatan ini memperlancar pengguna jalan dan untuk pemerintah sebaiknya dilihat lagi kembali hasilnya atau dilakukanlah perawatan jadi tau jembatan itu efektif atau tidak dibangunnya,” ucap johan. (Ren)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *