Bandar LampungLampung

Sikapi Keluhan Warga Soal Hasil Proyek Jembatan Margototo, LSM Rubik Bakal Surati BMBK

24
×

Sikapi Keluhan Warga Soal Hasil Proyek Jembatan Margototo, LSM Rubik Bakal Surati BMBK

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG — Ketua LSM Restorasi Untuk Kebijakan (Rubik) Provinsi Lampung, Feri Yunizar menyikapi soal keluhan warga terhadap hasil pengerjaan proyek jembatan Konvensional di Desa Margototo, Kecamatan Metro Kibang, Lampung Timur yang dinilai berkualitas buruk.

Feri mengatakan, sebagai penyuara aspirasi rakyat, pihaknya mempertanyakan kualitas jembatan yang menelan anggaran cukup besar dari APBD provinsi Lampung senilai Rp. 3 miliar. Sebagaimana keluhan warga, jembatan yang belum genap setahun PHO itu memiliki kualitas kurang baik dan seperti tidak terawat.

“Ya kalau dilihat sekilas, jembatan tersebut baik-baik saja. Tetapi ketika ini dipersoalkan oleh masyarakat, baik kualitas maupun nilai fungsinya, berarti kan jembatan baru tersebut ada apanya? Inilah yang patut kita dipertanyakan,” ujar Feri kepada media ini, Jumat 2 Juni 2023.

Sesuai pengamatannya, lanjut Feri, jembatan tersebut mengalami keretakan perkerasan beton di beberapa titik yang terindikasi pekerjaan tidak sesuai RAB.

“Di mana keretakan dapat terjadi karena kurangnya semen yang digunakan atau banyak campuran tanah di saat pengecoran perkerasan betonnya,” jelasnya.

Terhadap persoalan tersebut, Feri mengaku pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait, baik penyelenggara dalam hal ini Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung maupun pihak pemborong yang bertanggungjawab atas pelaksanaan proyek jembatan.

“Ya kami harap persoalan ini ada titik terang dan segera diselesaikan. Ya dalam waktu dekat LSM Rubik akan melayangkan surat kepada instansi pemerintah terkait,” tutup Feri.

Informasi sebelumnya, sejumlah warga dan pengguna jalan mengeluhkan hasil proyek jembatan yang dinilai berkualitas buruk dan terkesan tak terawat pasca PHO.

Padahal proyek yang dibebankan dari APBD tahun 2022 Provinsi Lampung itu menelan anggaran cukup besar, senilai kurang lebih Rp3 miliar. Oleh sebab itu, baik warga sekitar maupun pengguna jalan meragukan kualitas pengerjaan proyek jembatan tersebut.

Salah satu warga sekitar yang meminta namanya dirahasiakan kepada tim media ini menyebutkan, proyek jembatan yang berlokasi tidak jauh dari rumahnya itu, sudah selesai dikerjakan setahun lalu.

Diapun mengapresiasi pembangunan proyek tersebut, agar mempermudah arus lalu lintas di jalan setempat, mengingat selama ini hanya ada satu jembatan yang terkadang sulit dilalui jika terjadi penumpukan kendaraan, terutama kendaraan roda empat.

Namun dia pun menyayangkan, proyek yang belum genap satu tahun usai pembangunan sudah rusak dan terlihat tak terawat. Bahkan, meski jembatan telah bangun, masih banyak kendaraan yang enggan melintas dan tetap menggunakan jembatan lama yang ada di sebelahnya.

Jembatan dikerjakan dan diselesaikan tahun kemarin, terlihat dari kasat mata saja sudah banyak yg rusak dan bahkan mobil mobil tidak mau melintasi jembatan itu karena depan jembatan aja sudah rusak jalan nya dan bapak liat saja itu jalan depan jembatan sudah kaya kubangan” jelas warga yang tak ingin disebutkan namanya kepada media ini, Senin 29 Mei 2023.

Di sambung warga lain, Johan, juga mengeluhkan pembangunan jembatan yang harusnya mempermudah malah mempersulit pengguna jalan. Mengingat di ujung jembatan terdapat lubang cukup dalam. Ketika hujan, lubang tersebut terisi air dan pengendara dari arah Kota Metro – Kecamatan Metro Kibang sulit melaluinya.

“Seharusnya jembatan ini memperlancar pengguna jalan dan untuk pemerintah sebaiknya dilihat lagi kembali hasilnya atau dilakukanlah perawatan jadi tau jembatan itu efektif atau tidak dibangunnya,” ucap johan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek jembatan konvensional Margototo merupakan kegiatan Pemerintah Daerah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi (BMBK) Provinsi Lampung yang dialokasikan dari APBD TA 2022, senilai Rp3 miliar.

Diketahui, proyek ini dikerjakan melalui lelang tender yang dimenangkan CV. Dhoni Karya, beralamat di Jalan Turi Raya Gang Kelapa Puan No. 28, Tanjung Seneng, Kota Bandar Lampung. (Tim/ Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *