Lampung

Proyek Jembatan Margototo di Keluhkan Masyarakat, Ini Penjelasan BMBK Provinsi Lampung

65
×

Proyek Jembatan Margototo di Keluhkan Masyarakat, Ini Penjelasan BMBK Provinsi Lampung

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG – Hasil pembangunan proyek jembatan konvensional di Margototo, Kecamatan Metro Kibang, Kabupaten Lampung Timur, baru-baru ini menuai protes masyarakat. Pasalnya, proyek yang rampung dikerjakan tahun lalu itu seperti tak terawat dan adanya sejumlah kerusakan di beberapa titik.

Merespon persoalan tersebut, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) provinsi Lampung melalui Ade Kurnia selaku PPTK tak menampik terhadap kondisi jembatan yang belum genap setahun PHO itu.

Ade menjelaskan, bahwa anggaran untuk pembangunan jembatan konvensional Desa Margototo, Metro Kibang, Lampung Timur terbilang kecil. Oleh karena itu, pembangunan dilakukan semampunya menyesuaikan anggaran yang ada.

“Perencanaan itu di tahun 2020 sudah lama karena Covid 19 tidak bisa di lanjutkan, karena masih pake harga lama jadi harga di perencanaan tidak bisa dijadikan patokan. Dan juga Anggaran yang terbatas pasca pemulihan Covid 19,” jelas ade.

Mengenai titik rusak di ujung jembatan (dari arah Metro), dia mengatakan, hal tersebut tidak masuk dalam perencanaan ataupun janji kontrak. Sampai volume pekerjaannya habis, tersisa kerusakan yang memang ada sedari dulu.

“Ini kan jembatan Margototo gak ada anggaran. Waktu itu anggaran sudah ketok palu. Karena urgen ya harus dibangun. Kalau secara nilai memang kecil hanya 3 miliar. Ya semampunya, anggarannya juga ngepres. Begitu pelaksanaannya selesai, tapi volume habis, sisa rusaknya itu. Itu yang rusak sebenarnya di luar kontrak. Kita sudah melakukan pengukuran, bahwa yang terkontrak itu cuman segitu, ga ada lagi anggarannya,” jelas Ade.

Pasca serah terima proyek pada akhir tahun 2022 lalu, setelahnya Ade mengaku telah meminta pihak rekanan dalam hal ini CV. Dony Karya melakukan penambahan beton untuk menambal titik rusak.

Selang kurang lebih dua bulan pasca serah terima, sekitar Maret 2023 pihak rekanan melakukan pengecoran pada titik rusak yang disebutkan tidak termasuk ke dalam kontrak.

“Tadinya itu (titik rusak) mau kita base aja. Cuman kok dari rigid tiba–tiba base kan aneh juga. Akhirnya kita minta tolong sama kontraktornya supaya dicor juga, disamain gitu. Itu kan pembangunannya selesai akhir tahun, selang beberapa bulan pas Maret 2203 kayanya, bulan puasa lah, baru ditambahin coran sedikit,” terangnya.

Menurut Ade, setelah dilakukan penambahan beton pada sisi ujung jembatan, ada desakan untuk di open traffic. Sehingga beton yang seharusnya masih dalam tahap perkerasan akhirnya mengalami kerusakan karena dilalui kendaraan.

“Si beton tambahan ini yang belum cukup umurnya, akhirnya dilewatin. Itu kan ada umurnya (pengerasan). Akhirnya jadi seperti itu. Kita juga tidak bisa berbuat apa-apa,” kata dia.

Ade berjanji akan segera memperbaiki titik rusak dan mengevaluasi kekurangan pada konstruksi jembatan. Mengingat, jembatan tersebut masih dalam masa pemeliharaan.

“Pemeliharaannya sampai akhir Juni ini. Artinya masih ada tanggung jawab. Kita akan mintakan lagi (pihak rekanan, red) untuk memperbaikinya, termasuk rambu-rambunya juga,” tandas Ade.

Sementara itu, saat tim awak media datang ke alamat kantor rekanan proyek jembatan Margototo yaitu CV. Doni Karya, di lokasi tersebut tidak terlihat seperti kantor (tidak ada nya plang perusahaan) hanya seperti rumah pemukiman. Saat tim media ini mencoba konfirmasi tidak ada yang menyaut atau keluar dari rumah. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *