Bandar Lampung

Andy Alami Beban Psikosomatik Akibat Porak Porandanya Rumah Tangga Orangtuanya

Avatar photo
20
×

Andy Alami Beban Psikosomatik Akibat Porak Porandanya Rumah Tangga Orangtuanya

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, BANDAR LAMPUNG — Masih melekat dalam ingatan pembaca, bahwa beberapa waktu lalu media massa di Lampung pernah menyajikan pemberitaan tentang perseteruan antara pasangan suami istri AKP. EA dengan Aiptu Rusmini yang keduanya berprofesi sebagai Anggota Bhayangkara dan berujung pada perceraian.

Suami AKP EA bersikukuh melaporkan istrinya Aiptu Rusmini di Polda Lampung dalam kemasan kasus perkara penipuan dan penggelapan. Dalam perjalanan pemeriksaan kasustersebut akhir Hakim Ketua Sidang memutuskan bahwa Aiptu Rusmini terbukti bersalah dan harus menjalani hukuman badan di Lapas Wanita Kelas l Bandar Lampung.

Selama masa perkawinan antara pasangan AKP. EA dengan Aiptu Rusmini ini telah dikaruniai 2 (dua) orang anak, anak pertama mereka setelah terjadinya prahara rumah tangga ini ternyata mengalami beban psykis (setres), karena rumah tangga orang tuanya menempuh cara perceraian, sementara ibunya (Rusmini) harus menjalani hukuman badan maka anak pertama ini dirawat di Rumah Sakit Jiwa.

Sementara anak kedua pasangan ini bernama Andy (16 tahun) harus hidup seorang diri, karena ayahnya (AKP EA) yang berdinas di Polda Metro Jaya tidak mau untuk mengurusi kehidupan mereka (anak-anaknya).

“Saya benar-benar terlantar, Ibu di penjara, Kakak dirawat di Rumah Sakit Jiwa, sementara Bapak tidak mau lagi berhubungan dengan kami, apalagi mau menafkahi. Saya pernah beberapa kali menghubungi Bapak melalui telepon, bukannya mendapatkan jawaban tetapi malah nomor telepon saya diblokir sama Bapak,” keluh Andy yang mengaku untuk menopang kebutuhan hidupnya dengan berjualan Roti Bakar.

Pilunya kehidupan yang dirasakan, Andy berharap kepada Bapak Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo bahwa ibunya Aiptu Rusmini sejak tahun 2016 hingga sekarang tidak pernah menerima haknya selaku mantan Anggota Bhayangkara. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *