Lampung Timur

Orangtua Belum Bayar Uang Pembangunan Gapura Sekolah dan Uang Perpisahan, Pulang Sekolah Anaknya Menangis Karena Belum Dikasih Buku Raport

Avatar photo
69
×

Orangtua Belum Bayar Uang Pembangunan Gapura Sekolah dan Uang Perpisahan, Pulang Sekolah Anaknya Menangis Karena Belum Dikasih Buku Raport

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG TIMUR — Salah seorang wali murid SDN 1 Banjar Rejo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur menceritakan akan kisah haru yang dialaminya, dimana atas perilaku yang telah dilakukan oknum guru dan kepala SDN 1 Banjar Rejo saat pelaksanaan pembagian raport dan acara perpisahan, Selasa (18/7/2023).

Pada saat acara perpisahan sekaligus pembagian raport di SDN 1 Banjar Rejo selesai, dia menjelaskan, anak nya saat tiba di rumah menangis dikarenakan raport nya belum di berikan oleh guru di sekolah dengan alasan dirinya belum membayar uang pembangunan sebesar Rp.200.000 dan juga uang perpisahan senilai Rp.200.000.

“Jadi karena belum bisa membayar uang sebesar itu maka rapot anak saya tidak diberikan oleh guru dan kepala sekolah nya, setelah didatangi ke sekolah baru raport nya diantarkan oleh salah satu guru SDN 1 tersebut ke rumah.”

Akan tetapi, lanjut Wali Murid itu, Untuk uang pembayaran Rp.200.000 itu, tetap wajib dibayar dan diberikan kepada wali kelas nya masing-masing,” kata nya.

Tambah dia, “Sebelum acara pembagian raport dan perpisahan itu memang betul kami dirapatkan di sekolah, Tapi gak ada pembasahan masalah uang pembayaran, tapi kok tiba-tiba anak saya bilang di suruh guru disekolah bayar uang sebesar Rp.200.000 bahasa nya untuk uang pembangunan gapura pintu masuk sekolah, ” papar seorang Wali Murid.

Dilain sisi, Okta dan Lilis selaku guru wali kelas enam SDN 1 Banjarejo tersebut membenarkan atas apa keterangan yang telah disampaikan wali murid tersebut, dimana bahwa mereka selaku wali kelas masing-masing telah menerima uang sumbangan komite itu, setelah terkumpul uang itu diserahkan kepada pak Kadis selaku ketua komite di sekolah itu.

“Memang benar apa yang telah disampaikan wali murid Itu, kami wali kelas masing-masing memang menerima uang komite itu, namun setelah terkumpul, uang itu kami serahkan kepada Pak Kadis selaku ketua Komite,” jelas Okta dan Lilis.

Dan perlu diketahui juga, lanjut mereka, “Untuk uang kenang-kenangan perpisahan itu Rp.100.000, dan uang itu sudah kami buatkan paping yang sudah terpasang dihalaman depan sekolah ini, “pungkas nya.

Selanjutnya, saat di konfirmasi, Kadis selaku ketua komite menjelaskan bahwa, “Uang sebesar dua ratus ribu rupiah, itu adalah uang sumbangan atas kesepakatan dan hasil rapat kami bersama wali murid, serta hasil musyawarah kami bersama kepala sekolah, sebelum rapat komite bersama wali murid,” kata dia.

Dia juga menambahkan, Untuk diketahui, hasil dari pada musyawarah kami, dimana setelah kami melihat rencana anggaran belanja (RAB) untuk kegiatan pembangunan gapura depan pintu masuk sekolah, itu kurang lebih membutuhkan biaya sekitar tiga puluh juta rupiah (30.000.000,00).

Maka dengan itu pak Suprianto selaku kepala sekolah SDN 1 Banjarejo, memutuskan agar saya mengadakan rapat komite dan mengundang wali murid untuk menghimpun dana sumbangan melalui wali murid sebesar Rp.200.000 per murid, dan pada saat melaksanakan rapat komite disitu ada pak korwil, kemudian ada pak kades. Apa itu salah, “ungkap Kadis selaku ketua komite.

Lebih lanjut, Suprianto selaku kepala sekolah SDN 1 Banjarejo menjelaskan, bahwa untuk jumlah uang sumbangan yang dihimpun oleh ketua komite melalui wali murid, itu dirinya tidak tahu menahu, karena dia mengatakan bahwa itu bukan urusannya.

“Masalah sumbangan itu, saya tidak tahu-menahu itu bukan urusan saya, itu urusan ketua komite. Jadi silahkan tanya saja langsung dengan ketua komitenya ,” tutur Suprianto. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *