Bandar Lampung

Maya Pedagang Gorengan Selalu Diintimidasi Preman, Buntutnya Justru Lurah Sukamenanti Melarang Maya Untuk Berjualan Lagi

Avatar photo
36
×

Maya Pedagang Gorengan Selalu Diintimidasi Preman, Buntutnya Justru Lurah Sukamenanti Melarang Maya Untuk Berjualan Lagi

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, BANDAR LAMPUNG — Ternyata tindakan Lurah Sukamenanti Jafril melarang pedagang gorengan berdagang di pinggir Jalan Panglima Polim tepatnya di depan Supermarket Chandra, berawal dari perlawanan pedagang gorengan ini kepada seseorang berinisial Bg warga Jl. Beruang , Sukamenanti yang mengaku sebagai keamanan di sebagian besar wilayah Jl Panglima Polim, Jl Onta bahkan sampai ke Jl Sam Ratulangi, Segala Mider, Tanjung Karang Barat.

Menurut Ibu Maya dirinya kerap mendapat intimidasi dari inisial Bg yang mengaku sebagai mitra salah satu institusi di negeri ini.

Bahkan puncaknya pada awal pertengahan Juni 2023 gerobak gorengan Maya rantai oleh Bg dengan tujuan supaya pihaknya tidak boleh berdagang dilokasi tersebut.

Bukan saja gerobak nya di rantai namun Bg menaruh motor yang dirantai di lokasi berdagang Maya.

Namun hal itu sudah diselesaikan di Polsek Kedaton, Bandar Lampung , 18 Juli 2023 dimana Bg telah meminta maaf kepada dirinya dan melepaskan rantai yang mengikat gerobak dagangannya serta memindahkan motor yang ditaruh di lokasi berdagang yang tujuan awalnya melarang dirinya berdagang dilokasi yang telah dia pakai berdagang kurang lebih 10 tahun.

Menurut Maya ia memperoleh lapak atau lokasi berdagang membayar sejumlah uang kepada Bg dan bayar iuran bulanan.

” Saya memperoleh lapak itu dari Bg yang mengaku keamanan disana dengan membayar dan memberikan iuran uang bulanan kepada dirinya. Hal itu sudah diakui dia ( BG.red) saat di Polsek Kedaton tanggal 18 Juli 2023 lalu dan kami sudah sepakat berdamai.

Bg berjanji melepaskan gerobak nya yang dirantai Bg, ” ujar Maya.

Namun secara sepihak kemudian Lurah Sukamenanti Kedaton melarang saya berdagang gorengan.

Bukannya mendukung kami pedagang kecil malah seolah dukung Bg yang sejak awal lakukan intimidasi dan melarang saya berjualan dengan merantai gerobak gorengan saya.

” Kalau tuduhan Lurah tempat itu kotor, karena memang sudah sebulan lebih tidak bisa berdagang akibat ulah Bg yang merantai gerobak saya dan menaruh motor di lokasi.

Maya melanjutkan mengenai adanya bangunan yang dibongkar itu bukan lapak tempat berdagang namun semacam pos yang di bangun Bg yang tertulis saat itu adalah Mitra Kodim pak ,” ujar Maya.

” Saya minta Bunda Eva Walikota Bandar Lampung objektif dan mempunyai empati kepada orang kecil seperti kami dan agar membatalkan aturan Lurah yang melarang saya berjualan, kami mau makan apa Bu Walikota Eva” ujar Maya.

Sementara itu Bg yang mengaku sebagai keamanan di wilayah yang sempat merantai Gerobak milik Maya saat di konfirmasi ke No WhatsApp nya 0812-7915xxx belum menjawab konfirmasi wartawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *