Lampung Tengah

Sinyal ke Bupati Bakal Tarung di 2024, Ada Apa Dengan Wabup Lamteng.

Avatar photo
26
×

Sinyal ke Bupati Bakal Tarung di 2024, Ada Apa Dengan Wabup Lamteng.

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG TENGAH – Aroma tidak harmonisnya hubungan Bupati dan Wakil Bupati Lampung Tengah semakin merebak.

Terlihat pada sidang paripurna beberapa waktu lalu Fraksi PKB tidak hadir satu orang pun dalam kegiatan tersebut.

Padahal Paripurna DPRD Lampung Tengah itu membahas nota pengantar Rancangan KUA PPAS APBD 2024 dan pertanggungjawaban pelaksanan APBD 2022.

Seperti diketahui, Wakil Bupati Lamteng Ardito Wijaya merupakan Ketua DPC PKB Lampung Tengah. Ardito juga sudah sejak lama diisukan renggang dengan Musa Ahmad yang menjabat Bupati atau pasangannya pada pilkada lalu.

Ketua Dewan Suro PKB Lampung Tengah yang juga anggota DPRD Lamteng menjelaskan bahwa ketidakhadiran Fraksi PKB di sidang Paripurna DPRD merupakan perintah pimpinan partai.

“Kita sebagai perpanjangan tangan partai pastinya ikut apa kata pimpinan partai,” kata Slamet Anwar.

Ia mengakui mendapat instruksi langsung dari Ketua DPC PKB Lamteng yang juga Wakil Bupati Lamteng Ardito Wijaya untuk tidak mengikuti paripurna.

“Masalahnya apa kita tidak tahu, yang jelas kita patuh pada partai dan instruksinya,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad saat ditanya ketidakhadiran Fraksi PKB mengaku tidak tahu menahu.

“Itu bukan urusan saya, hadir dan tidaknya saya tidak tahu, masalahnya apa,” kata Musa Ahmad.

Sementara itu Ketua DPRD Lampung Tengah Sumarsono mengaku sudah mengirimkan undangan ke semua fraksi untuk hadir pada paripurna.

Terkait ketidakhadiran Fraksi PKB, ia mengaku tidak ada pemberitahuan.

“Mungkin karena habis acara PKB kemarin, mereka belum pada pulang dari Jawa,” ucap Sumarsono menutupi.

Tetapi paripurna ini tetap kuorum dengan kehadiran 38 anggota DPRD, proses paripurna tetap jalan tanpa kehadiran Fraksi PKB.

Sementara itu, sumber terpercaya mengatakan, jelas ada sebab musabab Fraksi PKB tidak hadir di paripurna. Menurutnya, itu bentuk komitmen sekaligus sinyal bahwa ada keretakan di tubuh Bupati dan Wakil Bupati nya.

“Biarkan saja, selama ini kita diam. Diam bukan berarti tidak mengerti. Tunggu saja waktunya,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya itu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *