Lampung Selatan

Kapolres Lamsel Berikan Penghargaan Kepada Guru Honorer Aksi Heroic Pemanjat Tiang Bendera di Desa Kertosari

Avatar photo
76
×

Kapolres Lamsel Berikan Penghargaan Kepada Guru Honorer Aksi Heroic Pemanjat Tiang Bendera di Desa Kertosari

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI COM.LAMPUNG SELATAN – Kapolres Lampung Selatan berikan penghargaan kepada aksi heroic warga pemanjat tiang bendera saat upacara bendera memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78. Pada Kamis 17 Agustus 2023 yang lalu saat itu peringatan berlanjut di Lapangan Desa Kertosari Kecamatan Tanjungsari Lampung Selatan.

Kapolres berikan penghargaan sabtu, (19/8/ 2023 )Pukul 08.30 Wib di Halaman Polsek Tanjung Bintang.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Yusriandi Yusrin menjelaskan kegiatan ini merupakan apresiasi pemberian penghargaan dari Polres Lampung Selatan kepada salah satu warga kita Masyarakat kita di Kecamatan Tanjungsari Lamsel, pada saat HUT Proklamasi yang ke 78 RI di Lapangan Desa Kertosari yaitu Nehru seorang guru honorer.

“yang mana kita lihat viral nya video beliau, Bapak Nehru, saat pengibaran bendera merah putih di Lapangan Desa Kertosari Kec. Tanjungsari, yang mana pada saat itu bendera itu nyangkut, kelilit tali, putus, sehingga dengan sikap nasionalismenya, pengorbanannya, perjuangannya, beliau sigap langsung naik keatas dengan ketinggian tiang kurang lebih 8 meter, namun karena tiangnya yang tipis sehingga mengakibatkan patah”. ungkap AKBP Yusriandi.

“dibalik kejadian itu semua, perlu kita garis bawahi, perlu kita sikapi, disini kita melihat adanya sikap, jiwa, semangat beliau, pengorbanan, perjuangannya , Pak Nehru Sikap Nasionalisme.

AKBP Yusriandi Yusrin berharap agar hal yang demikian terus kita gelorakan kepada seluruh masyarakat di manapun, patut dicontoh sebagai tauladan kita bersama sehingga apapun yang menjadi tugas kita, untuk kita lebih semangat mengabdikan diri untuk bangsa dan negara kita ini.” Tuturnya

“adapun Nehru “kepada bapak Kapolres saya mengucapkan terima kasih, saya melakukan hal itu betul betul dari hati, tidak ada unsur apa yang akan saya dapatkan” ucapnya dihadapan Kapolres Yusriandi Yusrin dan Forkopimcam dengan wajah yang berkaca kaca penuh keharuan

Nehru juga menceritakan perjalanannya menjadi guru honorer di Desa Kertosari, dan sempat beralih profesi menjadi tukang cukur selama satu bulan, namun didalam hatinya masih terpanggil untuk mengabdi sebagai pendidik di SDN Purwodadi Simpang Kec. Tanjung Bintang . Iya menjelaskan bahwa sudah menjadi takdir dan pilihannya sebagai guru pendidik meskipun dengan status honorer.”tutupnya. (RS/hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *