LampungLampung Timur

Anggota Pencak Silat Sekinci-Kinci Sambut Gembira Prosesi Cakak Besi, M. Yusuf Harapkan Anggota Dapat Menjaga Keluhuran Nilai Budaya Lampung

Avatar photo
63
×

Anggota Pencak Silat Sekinci-Kinci Sambut Gembira Prosesi Cakak Besi, M. Yusuf Harapkan Anggota Dapat Menjaga Keluhuran Nilai Budaya Lampung

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG TIMUR — Puluhan peserta pencak silat asli Lampung Sekinci-kinci se Provinsi Lampung hadiri kenaikan tingkat atau cakak besi di Way Jepara Lampung Timur Rabu (27-9) malam.

Ketua pencak silat sekinci-kinci Lampung Timur M. Yusuf didampingi Ketua Sekinci-kinci Way Jepara Ibrahim Sofyan dan panitia pelaksana Hali Afrian mengatakan, kenaikan tingkat atau cakak besi bagi peserta pencak silat warisan nenek moyang kali ini diikuti 31 peserta dari usia anak-anak, remaja dan dewasa. Puluhan peserta yang naik tingkat itu berasal dari beberapa kecamatan di Lampung Timur.

Untuk memeriahkan kenaikan tingkat seni bela diri asli Lampung itu akan dihadiri Hasbullah guru besar sekinci- kinci asal Pekurun Lampung Utara, Hi. Mawardi Harirama selaku Ketua Umum Sekinci-kinci Provinsi Lampung serta pengurus serta undangan dari delapan kabupaten di Lampung.

“Insya guru besar Papa Hasbullah dan Buya Mawardi Harirama selaku ketua umum dan pengurus serta tamu undangan dari delapan kabupaten bisa hadir,” ujar M. Yusuf.

Menurut M. Yusuf, 31 peserta yang naik tingkat atau cakak besi itu setelah menjalani latihan tujuh bulan lebih dan menguasai beberapa jurus bela diri dimaksud.

“Kalau belum menguasai jurus-jurus peserta belum bisa cakak besi. Dan mereka sudah menjalani latihan secara rutin tujuh bukan lebih,” ujarnya.

Beberapa bulan lalu, prosesi yang sama atau naik tingkat juga sudah dilaksanakan di Desa Rajabasa Baru Kecamatan Mataram Baru. Tapi, jumlah peserta saat itu tak sebanyak jumlah peserta periode kedua ini.

“Prosesi cakak besi kali ini pesertanya sangat banyak dan sangat meriah,” ungkapnya.

Dia berharap, mengingat seni bela diri asli Lampung itu tak hanya untuk bela diri semata, dan telah lahir sejak ratusan tahun silam, hendaknya warga Lampung dapat melestarikan seni dimaksud.

“Sekinci-kinci tak hanya untuk bela diri. Tapi, tak kalah penting untuk menjalin tali silaturahmi dan melestarikan adat budaya,” pungkasnya. (matgebu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *