Pesawaran

Proyek Pembangunan Drainase Desa Gunungrejo Dinilai Tidak Transparan dan Kualitas Pekerjaan Bermutu Rendah

Avatar photo
66
×

Proyek Pembangunan Drainase Desa Gunungrejo Dinilai Tidak Transparan dan Kualitas Pekerjaan Bermutu Rendah

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, PESAWARAN – Pelaksanaan proyek pembangunan Drainase di Desa Gunungrejo Kecamatan Way Ratai Kabupaten Pesawaran dinilai tidak transparan karena tidak memasang papan informasi proyek sebagaimana diamanatkan UU No. 14 tahun 2008 tentang Keterebukaan Informasi Publik serta Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2014 tentang Penyelenggaraan Sistim Drainase.

 

Berdasarkan pantauan yang dilakukan LSM Kompak dilokasi pembangunan dikatehui bahwa pihak rekanan tidak memasang papan informasi proyek, dengan kejadian ini maka tersirat itikad bahwa ini merupakan tindakan kesengajaan dari pihak oknum rekanan, agar pekerjaan proyek tersebut diatas jauh dari pantauan masyarakat sehingga dengan leluasa para oknum menjalankan aksinya untuk mengeruk keuntungan baik secara pribadi maupun secara kelompok.

Selain itu, saat LSM Kompak meninjau lokasi proyek, banyak dugaan kecurangan dalam pengerjaan proyek tersebut, mulai dari material yang digunakan, tidak digali saat pemasangan batu serta kurangnya penggunaan semen sehingga bangunan yang sudah jadi, terlihat jelas mudah hancur, Sabtu (21/10/2023).

“Secara kwalitas pembangunan ini tidak sesuai bestek, karena ini ada tanah yang berpasir yang dijadikan material bangunannya sehingga kwalitasnya yang sudah jadi, ini tidak memenuhi standar. Ditambah, pondasinya ini tidak digali, hanya korek-korek saja”, ujar Sahrudin dari LSM Kompak ini.

“Selanjutnya, Papan informasi tidak kami temukan dilapangan agar masyarakat tahu besaran dan sumbernya bangunan ini, termasuk kami sebagai kontrol sosial”, imbuhnya.

“Atas dasar ini akan kami laporkan pada pihak terkait, seperti apa tanggapan dari PU, yang nampaknya dari Provinsi. Kalau tidak ada tanggapannya, maka kami akan teruskan ke APH”, tegas Sahrudin.

Sayangnya, saat Kepala Desa Gunungrejo, Bagio yang diketahui selaku penyedia material bangunan itu hendak ditemui dikediamannya, dirinya tidak dirumah. Berulang kali dihubungi via telphon namun tidak pula direspon tanpa diketahui alasannya.

Seharusnya, sebagai Kepala Desa memberikan contoh, dengan memberikan yang terbaik, namun berbanding terbalik dengan kepala desa tersebut, justru menyediakan material untuk pembangunan proyek tersebut yang sangat buruk kwalitasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *