Lampung

Jelang Akhir Masa Jabatan, Kinerja Gubernur Lampung Jadi Perdebatan Anggota DPRD

Avatar photo
48
×

Jelang Akhir Masa Jabatan, Kinerja Gubernur Lampung Jadi Perdebatan Anggota DPRD

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, BANDAR LAMPUNG — Jelang Pemilu 2024, Suasana politik menjelang pelaksanaan Pemilu 2024 mulai memanas yang akhirnya menembus sejuknya Gedung DPRD Lampung. Fraksi PDIP mengatakan janji Gubernur Arinal Djunaidi, Lampung Berjaya, hanyalah ilusi atau pepesan kosong.

Ketua partainya “dikongek” seperti itu di Ruang Paripurna DPRD Lampung, Kamis (9/11/2023), Fraksi Partai Golkar tak tinggal diam. Sabtu (11/11/2023), Ketua Komisi IV Ismet Roni bilang mengkritik itu jangan parsial, harus utuh.

Juru Bicara Fraksi PDIP Ketut Rameo mengkritik kinerja Gubernur Arinal Djunaidi pada Rapat Paripurna DPRD Lampung dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi terhadap Nota Keuangan dan Raperda APBD TA 2024, Kamis (9/11/2023).

Ketut Rameo mengatakan hingga akhir masa jabatannya pada Desember 2023, Gubernur Arinal belum mampu mengatasi ketimpangan masyarakat. “Janji rakyat Lampung Berjaya hanyalah ilusi atau pepesan kosong,” ujarnya.

Pertama, selama 3 tahun terakhir, pendapatan masyarakat mengalami stagnasi, pelambatan dan termasuk kelompok provinsi peringkat rendah se-Sumatera merujuk pada perkembangan rasio gini 0,320 (2020), 0,314 (2021) dan 0,313 (2022).

Kedua, tingkat kemiskinan yang masih tinggi. Walaupun persentase penduduk miskin menurun 12,76 persen (2020), 11,67 persen (2021) dan 11,44 persen (2022), Lampung masuk kelompok 4 provinsi miskin di Sumatera.

Ketiga, buruknya kualitas pertumbuhan ekonomi juga ditandai oleh rendahnya kinerja Gubernur dalam menurunkan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Pada tahun 2022 realisasi TPT hanya 4.52 jauh dari targetkan RKP 2022.

Keempat, sampai tahun 2022, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) diangka 70.45, masuk kategori tinggi. Namun Provinsi Lampung masih menempati urutan paling rendah se-Sumatera dalam capaian IPM.

Kelima, kinerja capaian Nilai Tukar Petani (NTP) secara nasional buruk. Artinya, program unggulan Kartu Petani Berjaya (KPB) gagal mensejahterakan petani di Lampung.

Keenam, selama 4 tahun (2019-2022) pembangunan jalan stagnan hingga akhir tahun 2022. Jalan rusak 23,95 persen dan menempatkan Lampung sebagai jalan berstatus sedang.

Ismet Roni mengatakan kepemimpinan Arinal Djunaidi tergolong berhasil. Dua tahun, pandemi Covid 19, Lampung berhasil memulihkan ekonomi. Lampung mampu menurunkan angka pensituasi ekonomi nasional.

“Apalagi, ini soal kepemimpinan kepala daerah ya harus menyeluruh,” kata Ismet Roni. Banyak hal positif juga dilakukan dalam kepemimpinan Arinal Djunaidi dari soal jalan yang mulai baik, penataan administrasi, dan infrastruktur, Sabtu (11/11/2023).

Dia mencontohkan jalan Lintas barat, Ulu Belu yang sekarang sudah bisa tembus mobil. Ini sebagian bukti keberhasilan Arinal Djunaidi. Dia menolak janji kerja 33 hanya pepesan kosong. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *