Tulang Bawang Barat

Relawan TIK Tubaba Bersama Jawara Internet Sehat Lampung Gelar Kelas Sekolah Kebangsaan

Avatar photo
84
×

Relawan TIK Tubaba Bersama Jawara Internet Sehat Lampung Gelar Kelas Sekolah Kebangsaan

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, TULANG BAWANG BARAT – Relawan TIK Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) bersama Jawara Internet Sehat Lampung menggelar Kelas Sekolah Kebangsaan Tular Nalar Mafindo di SMK Negeri 1 Way Kenanga Kabupaten Tulang Bawang Barat, Senin (13/11/2023).

Program Sekolah Kebangsaan Tular Nalar 3.0 di Lampung ini fokus pada pemilih pemula, bertujuan agar mereka menjadi pemilih yang cerdas dan aktif dalam mengawal demokrasi, memberikan dampak positif untuk memperkuat demokrasi di Indonesia.

Program ini juga merupakan upaya pencegahan penyebaran informasi palsu atau hoaks menjelang Pemilu 2024 bagi para pelajar yang juga pemilih pemula yang ada di Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Inisiatif ini diselenggarakan atas kolaborasi antara Program Tular Nalar 3.0, Relawan TIK Tulang Bawang Barat, JaWAra Internet Sehat Lampung dan Karang Taruna Way Kenanga dengan dukungan dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) dan Google.org.

Sekolah Kebangsaan merupakan langkah konkret untuk menagggulangi penyebaran berita palsu dan hoaks menjelang Pemilu 2024, melalui metode penginderaan hoaks dengan cara meningkatkan kapasitas pemahaman literasi digital dan pemikiran kritis para pesertanya.

Kegiatan ini melibatkan 100 peserta, terdiri dari siswa-siswi dari dua sekolah menengah, yaitu SMK Negeri 1 Way Kenanga dan SMA Negeri 1 Way Kenanga.

Acara ini dihadiri oleh Bawaslu, PPK Way Kenanga, Camat Way Kenanga, Polsubsektor Way Kenanga, dan Koramil Way Kenanga.

Kepala SMK Negeri 1 Way Kenanga, Sri Widayati, S.E., M.Pd., menjelaskan bahwa anak didik mereka, terutama yang berada di kelas XII, telah menjadi calon pemilih pemula pada Pemilu 2024. Dia mengucapkan terima kasih karena SMK Negeri 1 Way Kenanga dipilih sebagai tempat pelatihan, berharap hal ini dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan peserta.

” Saya menilai bahwa Program Sekolah Kebangsaan yang digagas oleh Tular Nalar dapat memberikan informasi dan pemahaman yang relevan terkait Pemilu. Mengingat peserta merupakan pemilih pemula, edukasi dan informasi yang akurat sangat penting, terutama di era digital saat ini, di mana banyak informasi beredar di dunia maya dan media sosial, ” ucapnya.

Sri Widayati juga berharap program ini dapat membantu peserta agar tidak sembarangan menyebarkan informasi.

Sementara itu, Person in Charge (PIC) Tular Nalar Lampung Roy Pranoto Adi yang juga Ketua Relawan TIK Tubaba, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan satu-satunya di Lampung pada hari tersebut.

” Tular Nalar 3.0 fokus pada kelompok pemilih pemula untuk memastikan bahwa mereka siap menghadapi Pemilu 2024. Saya berharap pemilih pemula dapat menjadi pemilih yang cerdas dan aktif dalam mengawal demokrasi, “ujarnya.

Ditempat yang sama Kapolsubsektor Way Kenanga IPDA Dian Purnama menekankan pentingnya literasi digital bagi pelajar.

” Program ini diharapkan dapat memberikan literasi Pemilu sehingga peserta dan masyarakat dapat teredukasi dengan baik. Kami dari Kepolisian berkomitmen untuk memastikan keamanan dan kelancaran Pesta Demokrasi di Way Kenanga ini, “ungkapnya.

Untuk diketahui bahwa Capaian kegiatan ini meliputi pemahaman tahapan Pemilu, pemahaman celah informasi, konsep demokrasi dan politik di Indonesia, serta kemampuan menanggapi informasi Pemilu dengan baik.

Para peserta juga diajak untuk memahami peta empati, teknik manipulasi, dan cara menjadi pemilih pemula yang tangguh terhadap hoaks pemilu. Kegiatan mencakup praktik penginderaan hoaks di periode Pemilu, mengenali konten yang bisa dikacaukan dengan metode 3 KACAU IDE, yaitu Kacau Isi, Kacau Diri, dan Kacau Emosi. Dan peserta diajak untuk melakukan cek fakta melalui tools chatbot KALIMASADA dengan nomor WA 0859 2160 0500.

Kegiatan ditutup dengan refleksi diri terkait pelatihan ini. Semoga dengan diadakannya kegiatan ini memberikan dampak positif untuk memperkuat demokrasi di Indonesia.
*****

Untuk pemahaman bersama apa itu Tular Nalar dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), berikut ulasannya.

*Tentang Tular Nalar*

Tular Nalar, program pelatihan literasi digital yang diinisiasi oleh MAFINDO dan didukung oleh Google.org, dengan Love Frankie sebagai mitra pelaksana, telah muncul sebagai platform online pembelajaran utama yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengidentifikasi dan menyikapi hoaks melalui literasi digital dan pemikiran kritis.

Dikembangkan bekerja sama dengan Institut Kebudayaan dan Kemanusiaan MAARIF pada tahap awal, Tular Nalar telah mengalami pertumbuhan yang pesat dalam tiga tahun ini, dengan preferensi khusus untuk melibatkan first-time voters pre-lansia dan lansia.

Untuk informasi lebih lanjut tentang Tular Nalar, silakan kunjungi kami di https://tularnalar.id/tentang-kami/
atau terhubung dengan kami di platform media sosial melalui https://www.instagram.com/tularnalar/.

*Tentang Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO)*

Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) adalah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk memerangi misinformasi dan hoaks. Berdiri pada tahun 2016, MAFINDO memiliki lebih dari 95.000 anggota online dan 1.000 sukarelawan.

MAFINDO memiliki 20 kantor yang tersebar di seluruh Indonesia dan mencakup berbagai bidang, termasuk namun tidak terbatas pada pencegahan hoax, hoax busting, edukasi publik, seminar, lokakarya, advokasi, pengembangan teknologi anti-hoax, penelitian, dan keterlibatan sosial di tingkat akar rumput.

Pelajari lebih lanjut tentang MAFINDO di https://www.mafindo.or.id/tentang-kami/
Tentang Google.org

Google.org, sisi filantropis dan persembahan terbaik dari Google untuk membantu memecahkan beberapa tantangan terbesar umat manusia yang menggabungkan pendanaan, donasi produk, dan keahlian teknis untuk mendukung komunitas yang kurang terlayani dan memberikan kesempatan bagi semua orang.

Google.org melibatkan organisasi nirlaba, perusahaan sosial, dan entitas sipil yang menciptakan dampak signifikan pada komunitas yang mereka layani, dan yang kegiatannya berpotensi menghasilkan perubahan sosial yang terukur dan bermakna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *