JakartaJMSI

Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu Puji JMSI.

1
×

Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu Puji JMSI.

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, JAKARTA — Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu mengapresiasi Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) yang memberikan kontribusi besar pada anggota dan masyarakat.

Ninik mengatakan, fungsi organisasi di JMSI sebagai organisasi pemilik media online sudah dijalankan dengan maksimal di JMSI, dilakukan profesional, inovasi oleh pengurus JMSI dalam memberdayakan anggota.

Scroll Untuk Melanjutkan
Iklan 300x600
Pasang Iklan Disini Hubungi Kami

“JMSI sangat produktif, bagaimana cara menciptakan anggota yang profesional namun juga mensejahterakan anggota dan berdampak sosial,” kata Ninik, di sela Malam Anugerah JMSI Award 2024, Jakarta, Senin (19/2/2024).

Ninik merasakan kebesaran JMSI. Menurut dia, meski JMSI baru seumur jagung, 4 tahun namun JMSI seolah sudah dewasa.

“Saya merasa JMSI seperti 40 tahun bukan 4 tahun (berdiri),” ucapnya.

“Kami apresiasi JMSI karena sudah menaungi anggota dengan profesional, ini sebuah perkumpulan, komunitas betul-betul yang ikut bertanggung jawab mengembangkan organisasi,” tambahnya.

Kata Ninik, saat ini jurnalisme memiliki tantangan besar, dewan pers berusaha agar kerja pers tidak tergerus dengan teknologi buatan manusia, teknologi yang membantu jurnalisme, namun bukan kerja jurnalisme, kerja jurnalisme memiliki nilai dan rasa.

Ia mengibaratkan, mungkinkah kerja hakim digantikan oleh mesin. Keputusan hakim dipenuhi nilai keadilan berdasarkan keyakinan Tuhan Yang Maha Esa. Namun jika mesin langsung diputuskan dengan penjabaran kesalahan.

“Kerja hakim tidak mungkin digantikan mesin,” ungkapnya.

Artinya kata Ninik, seperti peran jurnalisme tidak akan tergantikan, karena kerja-kerja jurnalisme harus dengan nilai kemanusiaan, seiring dengan perkembangan zaman, mesin harus menjadi hamba wartawan, sebagai perangkat yang membantu kerja jurnalisme, bukan wartawan yang menjadi hamba mesin.

“Media siber menjadi pilihan masyarakat, memberikan pengetahuan, kontrol sosial yang harus dipertahankan sebagai kepercayaan publik,” ucapnya. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *