Lampung Timur

Kawanan Gajah Liar Kembali Merusak Perkebunan Warga Purbolinggo

Avatar photo
29
×

Kawanan Gajah Liar Kembali Merusak Perkebunan Warga Purbolinggo

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG TIMUR – Kawanan gajah liar yang berasal dari kawasan Way Kambas, kembali merusak ladang perkebunan warga di desa Tambah Dadi Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur. Minggu (17/03/2024)

Tampak jelas kawanan gajah liar yang kelaparan karena habitatnya mulai terkikis oleh populasinya sendiri, gajah-gajah tersebut berkeliaran di area pemukiman warga dan memporak-porandakan tanaman jagung, singkong yang ada di perkebunan.

Scroll Untuk Melanjutkan
Iklan 300x600
Pasang Iklan Disini Hubungi Kami

Disinyalir kawanan gajah ini berasal dari kawasan hutan lindung Way Kambas dikarenakan desa Tambah Dadi berdekatan dengan hutan lindung Way kambas, satu rombongan gajah paling sedikit bisa terdiri dari 5 sampai 7 ekor gajah. Terkadang kawanan gajah bisa berjumlah 18 ekor, Gajah-gajah tersebut selalu beraksi dimalam hari dan di pagi harinya, kawanan gajah kembali memasuki daerah hutan lindung.

Salah satu warga Gia (43thn) menjelaskan ke awak media Tintainformasi.com melalui saluran telepon bahwa kawanan gajah masuk ke kampung dimalam hari selain memakan tanaman yang ada di kebon juga gajah gajah itu merusak rumah warga, gentengnya hancur dirusak.

” kami hanya bisa melihat dalam kegelapan dari dalam rumah dengan cara mengintip dari sela-sela jendela , gajahnya besar besar, suara derik pepohonan terdengar sangat jelas, tanaman jenis singkong, jagung dirusak dan dimakan, sepertinya gajah-gajah itu kelaparan. ” paparnya.

” Kami para warga berharap kepada dinas terkait dapat menanggulangi permasalahan kawanan gajah yang masuk kampung dan merusak perkebunan, hampir setiap malam kami berjaga-jaga dan was-was akan kedatangan gajah-gajah tersebut. Kami takut jika terjadi hal yang tidak diinginkan menimpa kami.” harapnya.

Untuk sementara, sebagian warga mengadakan ronda untuk mengusir kawanan gajah, dengan alat seadanya seperti meriam terbuat dari kaleng , kentongan dan berbagai alat yang bisa menimbulkan suara nyaring untuk mengusir gajah.

Sampai saat ini , warga berharap ada yang mengkonfirmasikan kejadian ini kepada dinas terkait , apalagi di malam saptu kemaren ada warga menjadi korban diserang gajah liar yang mengakibatkan luka di bagian kaki dan bahu. (Habi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *