Lampung

Dishut Lampung Diduga Gagal Kelola Program RLH Tahun 2023

Avatar photo
13
×

Dishut Lampung Diduga Gagal Kelola Program RLH Tahun 2023

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, BANDARLAMPUNG – Program Reboisasi Hutan Lindung (RHL) yang menelan anggaran mencapai Rp 2.1 Miliar milik Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, tahun 2023 diduga gagal total (Gatot). Penanaman yang diduga dilakukan pada masa musim kemarau menjadi bukti bahwa program ini gagal perencanaan, dan hanya menghambur – hamburkan uang negara saja.

Dari data yang berhasil dihimpun dan keterangan narasumber kepada awak media ini mengungkapkan bahwa program RHL tahun 2023 milik Dinas Kehutan Provinsi Lampung yang seharusnya diupayakan untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan guna meningkatkan daya dukung, produktivitas dan peranannya dalam menjaga system penyangga kehidupan diduga gagal total.

Sumber menjelaskan bahwa gagalnya program tersebut akibat pihak dinas memberikan bibit alpukat dan duren dengan ukuran yang cukup kerdil, dan belum tepat untuk di tanam secara langsung, serta penanaman yang dilakukan di musim kemarau, menyebabkan kedua bibit itu banyak yang gagal tumbuh.

Selain itu, lebih dalam, sumber mengungkapkan bahwa program tersebut telah direkayasa sedemikian rupa tanpa mematuhi mekanisme pengadaan barang dan jasa yang ada, sehingga wajar saja jika bibit yang digunakan diduga tidak sesuai spesifikasi.

“Sejak awal, Program RHL senilai Rp. 2.1 Miliar yang dialokasikan untuk pengadaan bibit alpokat dan duren sudah diseting sedimikian rupa demi menguntungkan para oknum di dinas setempat,” ungkap sumber.

Sumber juga mengungkapkan bahwa dana yang digelontorkan pada program tersebut tidak tepat sasaran, anggaranya gemuk namun pohon yang ditanam kurus dan banyak yang gagal.
untuk tahun 2023 dinas Kehutanan provinsi Lampung menganggarkan anggaran belanja untuk Rehabilitasi Hutan Lindung Rp 2,1 Milyar, di mana belanja tersebut untuk jenis bibit Alpokat dan duren.

Diketahui berdasarkan data pengadaan bibit duren dan alpokat dengan anggaran Rp. 2.1 Miliar lebih diantaranya, untuk kabupaten Pesawaran dialokasikan anggaran Rp. 101.340.000, Lampung Utara Rp. 33.655.000, ditambah Rp. 67.560.000, Pesisir Barat Rp. 67.560.000, ditambah Rp. 101.340.000., Kabupaten Tulang Bawang Barat Rp. 33.780.000, Pringsewu Rp.50.000.000, Way Kanan Rp. 67.560.000, Tanggamus Rp 84.980.000, ditambah Rp 545.655.000., Lampung Selatan Rp.134.495.000 ditambah Rp. 101.340.000, Lampung TengaRp. 67.310.000, dtambah Rp. 371.580.000 Kabupaten Tulang Bawang Rp. 201.620.000, kabupaten Lampung Timur Rp. 33.655.000, ditambah Rp. 101.340.000, kabupaten Pesawaran Rp. 33.655.000, Bandar Lampung Rp.12.300.000.

Ketika di konfirmasi, Pihak Dinas Kehutanan setempat melalui salah satu Kabid, Awal Budiantoro,
Menjelaskan bahwa apa yang disampaikan itu tidak pas, sebab menurutnya bibit itu diadakan diawal musim hujan, bukan di musim kemarau, bibit itu ditanam pada bulan November – Desember 2023.

Lalu ia menjelaskan bahwa, Program tersebut sudah direncanakan sejak tahun 2022, dan saat pelaksanaan pengadaannya selalu berkoordinasi, seperti berkaitan dengan musim kita selalu berkoordinasi dengan BMKG, mereka memberi tahu di musim hujan itu di bulan November – Desember.

“kegiatan ini belom bisa dibilang gagal total, karena di tanam musim hujan sekarang belum kemarau jadi belom kelihatan gagal totalnya,” sanggahnya.

Terkait ukuran bibit, ia mengatakan bahwa spesifikasinya sudah sesuai, bibit yang di antar itu sudah sesuai dengan spesifikasi yang sesuai dengan dokumen kami. “Bibit sudah dijual itu ya dengan keadaan yang sudah siap untuk ditanam,” katanya.

Pengadaan barang dan jasa kita melalui e-katalog, jadi tidak melalui lelang atau pengadaan langsung, dan itu sudah menjadi perintah sesuai edaran gubernur, jadi tidak ada yang direkayasa, semua sudah sesuai mekanisme dan aturan.

“Menurut kami sudah melaksanakannya sesuai aturan, sejak tahun 2023 kami sudah menyampaikan ke berbagai pihak bahwa pengadaan bibit ini tidak melalui lelang atau pengadaan langsung, tapi memulai e-katalog silahkan berpartisipasi untuk pelaksanaanya, tapi harus punya toko onlinenya, kalau gk punya toko onlinenya gimana kami belanja. Semau sudah kita sampaikan silahkan berpartisipasi,” ujarnya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *