Lampung Tengah

Semangat Membaja Siswa Menuntut Ilmu, Rela Susuri Jalan Setapak Menembus Hutan Register Sebagai Upaya Menggapai Masa Depan Cerah

Avatar photo
167
×

Semangat Membaja Siswa Menuntut Ilmu, Rela Susuri Jalan Setapak Menembus Hutan Register Sebagai Upaya Menggapai Masa Depan Cerah

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM,LAMPUNGTENGAH — Berbagai cerita tentang perjuangan anak bangsa dalam upayanya meraih masa depan, untuk mencapai lokasi sekolah tempat menuntut ilmu harus bertaruhkan keselamatan jiwa, apakah dengan menyeberangi sungai dengan alat seadanya atau harus menerobos hutan rimba belantara dengan kondisi jalanan yang jauh dari kata nyaman.

Apakah ini sebagai tanda bahwa Pemerintah belum sepenuhnya memperhatikan pembangunan dibidang Pendidikan, meskipun memang selama ini Pemerintah telah memfasilitasi pembangunan infrstruktur termasuk sarana dan prasarana penunjang pendidikannya, akan tetapi Pemerintah tidak melihat bagaimana perjuangan para siswa dalam menggapai lokasi pendidikan terutama akses transportasi.

Pemberitaan sebelumnya, pembaca mengetahui perjuangan para siswa dari Kecamatan Way Bungur Lampung Timur harus menempuh perjalanan menyebrangi Sungai Way Bungur dengan Perahu kayu untuk mencapai lokasi gedung sekolah di Desa Kali Pasir Kecamatan Putra Rumbia Lampung Tengah dan kali ini kita melihat perjuangan para siswa dari Kampung Kota Batu untuk mencapai lokasi sekolah yang berada di Kecamatan Sendang Agung harus menembus Hutan Register 22 Way Wayah dengan jalan setapak, kalau habis diguyur hujan jalanan menjadi licin.

Ruas jalan setapak ini, juga dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk lalu lintas angkutan kebutuhan pokok dari Kecamatan Sendang Agung menuju Kecamatan Pubian Kabupaten Lampung Tengah, sementara akses transportasi lain harus melalui rute memutar dengan jarak tempuh sejauh lebih dari 30 kilometer.

Salah seorang siswa dari Kampung Kota Batu bernama Eko mengaku bahwa dia bersama teman-temannya setiap berangkat ke sekolah melalui jalan setapak sejauh tujuh kilometer menembus Hutan Register, berbagai rintangan yang mereka alami, diantaranya kalau musim hujan ada pohon tumbang yang menghalangi jalan setapak dan jalanan juga menjadi licin.

Salah seorang orangtua siswa bernama Rojali mengaku bahwa di kampung mereka belum ada jenjang pendidikan setingkat SLTA, untuk itu siswa yang melanjutkan sekolah harus mencari ke Kecamatan lain dan yang terdekat adalah SMK Ma Arif Kecamatan Sendang Agung, untuk menjangkau sekolah tersebut harus melalui jalan setapak menembus Hutan Register 22 Way Wayah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *