Bandar Lampung

Penyimbang Adat Marga Gedung Pakuon Sesalkan Sikap KPU Lakukan Penyederhanaan Masalah, Justru Menuai Protes dari Para Tokoh Adat

Avatar photo
392
×

Penyimbang Adat Marga Gedung Pakuon Sesalkan Sikap KPU Lakukan Penyederhanaan Masalah, Justru Menuai Protes dari Para Tokoh Adat

Sebarkan artikel ini

TINTAINFORMASI.COM, BANDAR LAMPUNG — Penyimbang Adat Marga Gedung Pakuon – Bumi Waras Teluk Betung Bandar Lampung, Setiadi gelar Pangeran Santun Ratu 7 mengharapkan agar KPU Kota Bandar Lampung segera melakukan penyelesaian masalah ini melalui pertemuan secara terbuka dengan seluruh tokoh adat di Tugu Adipura.

 

Menurut Setiadi bilamana permasalahan ini tidak secepatnya diselesaikan maka tidak mustahil bakal berimplikasi terhadap kepercayaan masyarakat kepada KPU, terlebih KPU bakal menyelenggarakan hajat Pemilihan Kepala Daerah yang tentunya dalam hal ini berharap agar masyarakat turut mendukung kesuksesannya.

 

“Bagaimana mungkin masyarakat adat Lampung akan menaruh rasa simpati, sementara hati nurani dan keluhuran nilai adat serta budaya dinilai dengan serendah-rendahnya oleh KPU,” tegas Setiadi, Minggu (26/5/2024).

 

Hal yang senada disampaikan oleh Ketua Umum DPP ASPIRA (Aspirasi Rakyat), Ashari Hermansyah gelar Bathin Swastika Marga yang juga dari Kebandaran Marga Gedung Pakuon – Bumi Waras, yang menilai bahwa segelintir perwakilan masyarakat adat yang diundang dalam pertemuan dengan KPU di Ballroom Hotel Sheraton itu tidak dapat dikatakan mewakili keseluruhan masyarakat adat yang ada.

 

“Hasil pertemuan tersebut tidak dapat dikatakan final, KPU harus menggelar rapat terbuka jika tidak ingin membuat susana yang semakin gaduh,” jelas Ashari Hermansyah.

 

Dilain pihak Ashari Hermansyah juga mendukung langkah hukum yang dilakukan oleh para tokoh adat Saibatin dan Pepadun yang telah menyampaikan pengaduan tentang dugaan adanya tindakan penistaan terhadap pakaian kebesaran adat Lampung kepada Polda Lampung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *