Bandar Lampung

Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Bandar Lampung Meresahkan Wali Murid

Avatar photo
23671
×

Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Bandar Lampung Meresahkan Wali Murid

Sebarkan artikel ini

Tintainformasi.com, Bandar Lampung —Wali murid SMPN 1 Bandar Lampung resah terkait kelulusan anak anak tahun 2024 ini.

Mereka diwajibkan untuk melunasi uang komite kisaran 3 sampai dengan 4 juta rupiah.

Bahkan para wali murid mendapat WA dari beberapa guru kelas untuk melunasi administrasi uang sekolah sebagai syarat pengambilan SakL dan raport.

Walhasil banyak wali murid yang mencari pinjaman uang mulai dari Pinjol ( pinjaman online ) sampai dengan menggadaikan ke kendaraan bermotor milik wali murid.

” Kami terpaksa pinjam Sana sini, bahkan ada yang pinjam Pinjol pinjaman online ditagih pelunasan uang komite kisaran jutaan rupiah, bahkan ada wali murid sampai menggadaikan motor milik nya demi mendapatkan SkL dan rapor mas , ” ujar Ator warga Kedaton salah satu orang tua siswa kepada wartawan, Selasa , 11 Juni 2024. (Team)

Respon (14)

  1. Harusnya dicicil dari awal tahun ajaran baru Bapak Ibu Wali Murid. Jangan cuma bisa nyalahin pihak sekolah, Anak anda mau sekolah belajarnya di ruang AC, bantu bayar tagihan listriknya dong .

    1. Kenapa gak pake dana bos, kalau pun bayar gak segitu jg keleeeus, jangan2 anda guru jd sama saja ikutan meras wali murid

    2. Kan SMP negeri gratis bunyinya doang gratis tp di alihkan dg sebutan lain yaitu komite yg ga ada fungsinya itu

  2. Instruksi sekolah mungkin tidak asal bicara perintah, mungkin memang ada siswa yg blm menunaikan kewajibannya…..

  3. Caver by side nya gak ada dari pihak sekolah…. wartawan nya hanya memberitakan sepihak….tidak dijelaskan kenapa harus bayar di akhir tahun pelajaran kelulusannya…..

  4. Maskot nggak layak utk di pake dlm pilkada bdr lampung… Dibatalkan saja , krn kami org lpg merasa terhina di samakan dg kera

  5. kalo kita mau disekolahan negri yang bagus fasilitas bagus, trus eskul ya jg lengkap, ya mau ga mau kita harus bantu bayar uang komitenya jg dong, dicicil biar ga berat, jangan slalau nyalahin sebelah pihak,

  6. Mau pintar itu mahal pak/bu..
    Les bimbel aja harganya melebihi bayar uang sekolah..
    Pondok pesantren juga mahal…
    Bersyukur pemerintah kasih subsidi di jenjang pendidikan SD dan SMP..
    Bersyukur adanya KIP dan sistem zonasi, jika masih sistem lama pake nilai pas masuk, kalau ga diterima di negeri,anak anda masuk swasta lebih mencekik biayanya..

  7. Sekolah negri mau bagus kualitasnya ya harus gotong royong dong untuk menunjang fasilitasya, gak bisa full mengandalkan pemerintah aja. Mungkin ortu tsb blm melunasi uang komite, sehingga terdapat tunggakan diakhir. Mohon tim media jgn langsung menyimpulkan, hrs dilihat dari 2 sisi.

  8. Anak saya sekolah di SMPN 1 BDL. Dan uang komite nya jg tidak memberatkan. Justru adanya uang komite ini bs saling subsidi silang dgn biling. Uang komite ini kan dikelola jg untuk menunjang fasilitas ya pak bu. Harus ada komitmen di awal, lagipula sudah ada rapat komite pada awal masuk sekolah.
    Bisa dicicil juga selama sekolah untuk membayar uang komite

  9. Padahal sekolah favorit keluarga saya dari istri saya,anak saya pertama dan anak saya kedua semuanya sekolah di smp satu.

  10. Dana bos tidak cukup untk 0perasional dn guru onorer. Bayar listrik wifi. Atk. Dan byk yg titip anak skolah gk bayar juga. Berita gk jelas. Jangan jangan ada maksud?…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *