Lampung Tengah

Kasus Perceraian di Lampung Tengah Periodik Januari – Juni 2024 Meningkat

Avatar photo
254
×

Kasus Perceraian di Lampung Tengah Periodik Januari – Juni 2024 Meningkat

Sebarkan artikel ini
Kasus Perceraian di Lampung Tengah Periodik Januari - Juni 2024 Meningkat

Lampung Tengah (TINTAINFORMASI.COM) — Sebanyak seribu (1000) lebih istri di Kabupaten Lampung Tengah menggugat cerai suami sejak bulan Januari hingga Juni 2024.

Faktor penyebab perceraian di dominasi masalah ekonomi dan pertengkaran terus menerus.

Menurut data yang diperoleh dari Pengadilan Agama Gunung Sugih, Sepanjang bulan Januari hingga Juni 2024 terdapat perkara masuk sebanyak 1474 baik perceraian ataupun permohonan.

Dari jumlah tersebut perkara cerai sebanyak 1308 baik gugatan ataupun cerai Talak, dengan rincian 238 Cerai Talak dan 1070 Cerai Gugat.

Adapun faktor kasus perceraian di Lampung Tengah di dominasi karena masalah pertengkaran dan masalah ekonomi.

Pejabat Penyampai Informasi Pengadilan Agama Gunung Sugih Khairul Hadi mengatakan, masalah ekonomi masih mendominasi alasan istri gugat cerai suami di Lampung Tengah.

” Sebab, masalah ekonomi dapat memicu pertengkaran dalam rumah tangga, “ucapnya, Jumat (14/06/2024).

Khairul Hadi menambahkan, bahwa jumlah kasus perceraian Periodik Januari hingga Juni tahun 2024 di prediksi meningkat jika dibandingkan tahun lalu.

” Kendati demikian, peningkatan tidak terjadi signifikan, mengingat data perceraian tahun 2023 hanya mencapai 3000 perkara, “urainya. (Red).

Respon (1)

  1. Fakta ini menunjukkan rapuhnya ikatan rumah tangga keluarga muslim. Pertengkaran dan faktor ekonomi yang disinyalir sebagai penyebab perceraian, sejatinya hanya sebab-sebab cabang saja.

    Ada sebab lain yang memunculkan persoalan tersebut, yaitu sistem kehidupan yang diterapkan negara dan masyarakat, yaitu kapitalisme sekular. Sistem kapitalisme sekular telah menjadikan materi sebagai tolok ukur kebahagiaan. Tujuan pernikahan telah bergeser semata-mata mencari kebahagiaan duniawi, bukan dalam rangka meraih ridho Illahi.

    Sekularisme menjadikan para suami yang tergerus keimanannya tidak paham kewajiban menafkahi istri dan anak-anak, menelantarkan mereka dan mengabaikan tanggung jawabnya, bahkan melakukan perselingkuhan dan kekerasan. Hal ini mendorong para istri berupaya mandiri secara ekonomi, sehingga tatkala kemandirian ekonomi tercapai, gugat cerai tak berat lagi.

    Hanya sistem Islam yang mampu mensejahterakan rakyat yaitu dengan memaksimalkan potensi SDA yang ada untuk kemakmuran rakyat dan mewajibkan dengan menyediakan lapangan pekerjaan yang layak bagi rakyatnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *