Lampung Timur

Dawam Rahardjo Bakal Didepak Dan Terpelanting Nunik Kabarnya Pilih Wahyudi

Avatar photo
1443
×

Dawam Rahardjo Bakal Didepak Dan Terpelanting Nunik Kabarnya Pilih Wahyudi

Sebarkan artikel ini
  • Dawam Rahardjo bakal didepak Dan terpelanting Nunik kabarnya pilih Wahyudi

Tintainformasi.com, Lampung Timur—Nasib Dawam Rahardjo untuk mentas lagi pada Pilkada Lampung Timur (Lamtim) tahun 2024 sampai saat ini masih belum mendapat kepastian.

Meski pria kelahiran Jabung 3 September 1968 itu berhasil membawa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dipimpinnya memenangi pemilihan legislatif (pileg) 14 Februari silam dengan meraih 12 kursi dari 50 kursi DPRD setempat, tampaknya tidak menjadi nilai lebih buatnya di mata Ketua DPW PKB Lampung, Chusnunia Chalim alias Nunik.

Mengapa begitu? Menurut penelusuran media ini kepada beberapa sumber, Sabtu (15/6/2024) siang, karena Nunik lebih memilih munculnya tokoh baru, dan dia adalah Wahyudi, SE, MM.

“Besar kemungkinan Dawam bakalan gigit jari kalau masih berharap PKB dukung dia seperti pilkada yang lalu. Ini semua karena Nunik sebagai Ketua DPW PKB Lampung lebih milih menokohkan Wahyudi,” kata seorang ketua partai yang beberapa waktu lalu mengadakan pertemuan dengan Nunik di Jakarta.

Lalu bagaimana dengan keberhasilan Dawam memenangkan PKB dalam pileg 2024, apakah tiada artinya? Seorang mantan pejabat yang dulu pernah dekat dengan Nunik menyatakan, prestasi semacam itu bukan ukuran buat mantan wakil gubernur tersebut tetap mempertahankan yang bersangkutan.

“Alasannya sederhana saja, Dawam kan memang Ketua DPC PKB Lampung Timur, ya sudah jadi kewajibannya untuk memenangkan partainya. Soal pencalonan di pilkada, itu persoalan lain. Dan Ibu Nunik pasti punya pertimbangan sendiri mengapa tidak memprioritaskan Dawam, bahkan milih memunculkan tokoh baru yang belum banyak dikenal masyarakat Lampung Timur,” kata mantan pejabat itu.

Sebagaimana diketahui, berkat tangan dingin Dawam Rahardjo, dalam pileg 14 Februari lalu PKB berhasil menguasai mayoritas perolehan kursi di DPRD Lampung Timur. Dengan modal 12 kursi, dipastikan posisi Ketua DPRD akan diisi kader dari “partai nahdliyin” tersebut. Saat Nunik menjadi Bupati Lampung Timur sekaligus Ketua DPW PKB Lampung, PKB Lampung Timur hanya memperoleh 8 kursi dalam pileg 2019 silam.

Dengan prestasi yang diukir Dawam melalui pileg 2024, berarti mengulang sejarah 20 tahun silam. Era 1999-2004 PKB Lampung Timur yang dipimpin Ismail Sanjaya mengetuai lembaga legislatif setempat.

Lalu siapa Wahyudi yang namanya digadang-gadang menjadi calon unggulan Nunik di Pilkada Lampung Timur 27 November mendatang? Merunut pada data yang ada, Wahyudi merupakan putra asal Lampung Timur. Ia menamatkan sekolah dasarnya di SDN 2 Sribhawono tahun 1992, naik ke jenjang pendidikan di SMPN 1 Sribhawono dan lulus tahun 1995.

Setelah itu, ia mengikuti pendidikan di SMAN Way Jepara yang dituntaskan di tahun 1998. Melanjutkan pendidikan S-1 di STIE YAI Jakarta hingga 2001 dan S-2 di Universitas Persada Indonesia Jakarta tahun 2001 hingga 2005.

Wahyudi adalah sosok pengusaha murni. Khususnya di bidang transportasi jenis truk. Walau ia juga memiliki usaha di bidang travel umrah dan haji.

Dalam beberapa bulan terakhir, namanya mulai “memasyarakat” di Lampung Timur. Dan banyak kader PKB setempat yang telah mendapat isyarat bila dialah yang disiapkan Nunik untuk menggantikan Dawam Rahardjo.

Meski demikian, menurut seorang mantan pejabat yang pernah dekat dengan Nunik, belum tentu pada akhirnya nanti Wahyudi yang benar-benar dijagokan oleh mantan Bupati Lampung Timur tersebut.

Maksudnya? “Ibu Nunik itu politisi tulen. Susah menebak langkah akhirnya. Bisa saja sekarang dia beri sinyal ke kiri, tapi di saat yang tepat, jangan kaget kalau mendadak belok ke kanan. Yang pasti, dia tidak mau Lampung Timur lepas dari ‘genggamannya’. Apapun akan dia lakukan untuk itu. Dan saya kira, beberapa ketua partai yang ketemu dengan dia pasti dapat sinyal tersebut,” ucap mantan pejabat ini.

Menyerahkah Dawam dengan situasi tak menentu ini? Tampaknya mantan birokrat itu tidak berpasrah pada “kekuasaan” yang dikendalikan Nunik.

Diam-diam, Pak Blangkon –panggilan khas Dawam- menjalin komunikasi intensif dengan beberapa pimpinan partai. Bahkan ia langsung “bermain” ke tingkat nasional di Jakarta.

“Pak Dawam pasti melawan kalau sampai Nunik tidak menghargai perjuangannya memenangkan PKB di pileg kemarin. Semua kiyai sepuh dan mayoritas warga NU ada dibelakang dia. Nunik bagi masyarakat Lampung Timur secara umum adalah masa lalu,” kata seorang tokoh masyarakat Lamtim yang dihubungi media ini Sabtu (15/6/2024) siang.

Menurut dia, meski Nunik memiliki kedekatan tersendiri dengan Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, namun realitas politik bahwa Dawam berhasil membawa PKB “moncer” di Lampung Timur, juga tidak bisa dianggap remeh.

“Beberapa orang dekat Cak Imin –panggilan Muhaimin Iskandar- sudah turun ke sini dengan diam-diam. Mengecek ke poros-poros kekuatan PKB dan NU. Apapun kurangnya Dawam selama ini, untuk sekarang ya hanya dia yang bisa bertarung melawan calon-calon lain,” lanjut tokoh NU itu. (Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *